Tuesday, March 24, 2020
Gundah
Bulan Purnama di langit hampir pergi lagi
oh, Begini ya rasanya
Tertipu oleh ketidakberdayaan diri sendiri
Kalau aku pandang diri di cermin seperti rasa kaku
Pelan sekali aku memahamimu
Kadang Radarku berhenti tak menerima sinyal lagi
Haruskah aku cari lilin untuk menemani gelapnya malam ini?
Baik Ibu Peri,
Seandainya engkau benar ada, akan aku serahkan padamu rasa ini
Biar aku hanya menerima perintahmu
Agar aku bisa paham betul apa yang menjangkiti hatiku
Rasa kecewakah
Atau sedihkah aku di hadapmu saat engkau berusaha sapu air mataku
Aku harus cari kemana, keindahan yang seperti para penanti menunggunya
Kapan berakhir begini?
Iya, kau tak pernah nyata Peri
Lalu hinakah aku?
Rasa resah, gundah, kemana harus aku berlari
Bahkan hujan sudah mulai turun basahi bumi
Bahkan mimpi buruk terus menghantui
Mereka bilang itu begini
Dia bilang begitu
Tapi Pak tua tak mungkin patahkan hatiku
Dia kan ayahku
Apakah aku harus malu
T'lah ku cari beribu alasan agar dapat berjumpa denganmu
Mungkin entah kapan penantian segera berakhir
Aku tahu cahaya yang kau maksud masa depan belum tentu denganku
Tapi sesudah itu kau bilang tunggu
Rasanya seperti daun akan beguguran di musim hujan
Seperti menunggu di dalam penasaran dan ketidakmungkinan
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Kalimat Sejuk Oleh Nia Kurniati
Kalimat Sejuk Selamat datang wahai hati yang sudah lama tak bertemu Apa kabarmu? Engkau terlihat baik-baik saja Aku baru tahu ...
-
Bismillah... "Mungkin yang paling mudah itu Menyerah. Tapi yang paling susah itu hadiahnya Tak terhingga." Quotes, by Me. ...
-
Bersedia Menunggumu Hingga Batas Waktu ! Oleh. Nia Kurniati Ini adalah kenyataan perasaan seseorang yang sedang mengalami masa...
-
Tuhanku, Di pintu-Mu aku mengetuk Aku tidak bisa berpaling -Chairil Anwar- Di samudera cinta, aku menunggumu Dari setiap keri...
No comments:
Post a Comment