Bersedia Menunggumu Hingga Batas Waktu !
Oleh. Nia Kurniati
Ini adalah kenyataan perasaan seseorang yang sedang mengalami masa penantian. Menanti untuk menggenapkan Setengah Din-nya. Pada masa ini, kita akan benar-benar mengalami pergulatan batin yang sebenarnya. Jangan heran, ini tentang menentukan pilihan. "Jangan sampe salah pilih!" begitu mamah selalu mengingatkan. Ini tentang memantapkan hati jangan sampai ada keraguan.
Menikah bukan persoalan main-main. Menikah diperlukan keseriusan yang benar-benar matang, sehingga tidak ada lagi ungkapan "Habis Manis Sepah Dibuang". Menikah juga adalah untuk saling menyatukan dua perbedaan, mencoba untuk siap menerima segala keadaan, untuk bisa saling terbuka dan memberi perasaan. Itulah kebanyakan orang yang kesulitan menjalankan hal bermacam-macam itu.
Perasaan saat benar-benar merasa rindu. Apalagi saat lingkungan benar-benar mendukung untuk kamu segera menikah. Kita bisa apa selain baper yang selalu tiba-tiba hadir. Hmm. Pelan tapi pasti kemunculan akun-akun bertemakan menikah terus bertebaran, lebih cepatnya lagi di Instagram. Instagram dengan cepat mengubah hidup yang tadinya standar-standar aja jadi so bergaya. Dan pastinya termasuk tulisan-tulisan dari tangan para kreatif yang dibuat menjadi sebuah gambar motivasi, serta imbuhan si Caption yang bikin menyentuh hati, bikin baper sejadi-jadinya. Kayak gini nih!.
Setiap orang yang baper pada hal semacam ini ya... katakanlah itu wajar. Dengan seiring berjalannya waktu, kita pun harus bisa untuk memaksimalkan sabar. Apalagi Kita juga musti sadar, bahwa ini adalah proses yang Allah Ridhai ketimbang dengan menunggu dengan berpacaran. Pacaran sedari jaman dulu kata mamah nggak ada. Dulu kebanyakan orang di jodohkan dan tidak memprioritaskan saling suka. Asal nikah, tapi benar-benar harus dengan yang bisa bertanggung jawab. Karena setelah menikah bukan cinta lagi katanya, melainkan tentang berjuang berdua. Hadehhh...
Hari demi hari berhasil dilewati dengan terus memanjatkan doa pada Allah. Dengan penuh kesabaran dan kekuatan mengahadapi segala godaan. Godaan pacaran! hhe. Ah tidak semoga terus istiqomah di jalan Allah. Karena mati itu lebih pasti, gimana kalau malah kita belum sempat untuk bertaubat, masih pacaran dan mati-meninggal. Innalillahi wa innailaihi rojiuun. Eh.
"Nia,, kenapa kamu belum nikah? jangan kebanyakan pilih deh, yang penting sholeh. Ingat itu nia. Sholeh!" tutur teman yang sudah lama tidak bertemu dan kemudian bertemu. Hmm, sabar nia...
"Nia.. ini nih ada undangan dari si.... (tiiiiitttttt)!" Lembaga Sensor Indonesia. Nggak denggg... Pokoknya Patah hati. Gagal (titik)
"Nia.. ini nih dia kakak sepupu aku. Ganteng udah mapan lah. Udah punya usaha sendiri. sok ini no Wa nya. !" berikut rujukan teman lama. Ekhm gagal.
"Nia aku jodohin sama si dia yah.. dia katanya mau kenalan!" juga teman lainnya ada yang menawarkan. Gagal (titik)
"Hahh! apah!! dia udah nikah?, padahal dia baru ngajakin ta'aruf sebulan yang lalu eh sekarang dia udah nikah? Ampun deh ini laki-laki ada yah yang begini. Alhamdulillah selamat ya Allah!" padahal patah hati, sakit hati sampe nangis terus 4 hari 4 malam.
"Aku bakal terus merjuangin kamu sampe orang tua kamu nyetujuin kita!" satu ini beda. Gagal
"Tenang aku udah persiapkan yang terbaik buat kita." Jangan tanya. Gagal (titik)
Ahhh... begitulah kalau disebutkan setiap dialog perjodohan yang sudah pernah di alami, dan masih ada beberapa kisah lainnya. Pada akhirnya berujung pada Penantian ini. Sungguh Allah Maha mengetahui yang terbaik untuk kita.
"Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula). Mereka itu bersih dari apa dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (surga)" QS. An- Nur:26
Iya, di atas adalah perjanjian Allah pada hambanya berupa jodoh. Semakin hari terus diyakini. Terus berusaha memperbaiki diri. Terus melakukan apa yang baiknya dilakukan seorang manusia yaitu untuk menghamba kepada Allah. Berganti segalal kekosongan dengan kembali mengingat-Nya. Ah, pokoknya berusa terus menjadi lebih baik untuk Allah swt, dan juga mengharapkan agar Allah memberi kebaikan dari semua ini. Kalau kita baik maka kita akan mendapatkan yang baik, kata Allah kan! Dan kalau kitanya keji, maka tidak akan jauh, kita pun akan mendapatkan lelaki yang keji pula.
"Hmm.. iya! menikah itu adalah ibadah paling lama ni.. harus sungguh-sungguh!" Ruh yang lain selalu berkata begitu.
Ini adalah tentang menjalankan ibadah yang paling lama -menikah. Kamu akan merasakan syahdu saat kamu meminta dalam doa mengharapkan kedatangannya. Pun kamu akan menangis di saat sujud, lagi-lagi karena do'a mengharapkan kedatangannya. Juga kamu akan tiba-tiba puitis jika kamu menuliskan kata yang lagi-lagi mengharapkan kedatangannya. Do'a, do'a dan do'a. Seperti tidak ada lagi percakapan paling utama, pentik atau pokok selain hanya do'a meminta kehadirannya. (si jodoh).
Menunggumu, hingga batas waktu
Jika memang masih lama waktu kita akan bersua
Saling bertatap mata
Izinkan aku untuk taat dulu pada-Nya
karena aku tidak ingin sia-sia
ingin membersamaimu hingga ke jannah-Nya
Kita buat rumah disana
Kita makan bersama
Berebut air secangkir berdua
Ah mesra..
Aku mau engkau juga begitu
Siapkanlah yang terbaik untukku
Kadomu unntukku
Mahar yang begitu berharga bukan karena mahal
Tapi atas dasar Kecintaanmu pada-Nya
Ketaatanmu
Karena engkau akan jadi imamku
Juga imam shalatku
Imam keluarga kita
Ah rindu..
Duhai engkau separuhku
Genapkanlah setengah Din kita karena-Ny
Niat yang tulus mengharap ridha-Nya
Menikah untuk ibadah
Bersua, berjuang bersama
Saling memiliki
Saling memberi pelukan yang Allah pun juga akan sangat bahagia melihat kita
Siapkanlah
Aku rela menunggumu lama
Asal tidak terlalu lama
Asal engkau taat
Asal engkau akan setia
Ayolah pasangkan cincin tanda halal kita, di jari kita
Kau ikrarkan janji, dimana langit dan bumi menjadi saksinya
Dimana Malaikat akan bergetar, gemetaran mendengar kamu ber-ijab
Ayolah kita lari sama-sama
Kita tinggal sama-sama
Kita pelajari cinta pada-Nya hingga ajal datang tiba-tiba
Aku akan memanggilmu kekasih
Karena kau akan benar-benar menjadi kekasihku
Aku akan memanggilmu dengan penuh cinta, karena aku ingin mencintaimu dengan caraku
Aku... bersedia menunggumu hingga batas waktu
Meleleh😭
ReplyDeleteHhehehe..
ReplyDelete