Alhamdulillah sudah posting lagi setelah sudah hampir seminggu ini belum lagi Entri postingan baru. Dan sebagian orang mungkin akan berpikir dan mempertanyakan tentang integritas saya sebagai penulis di akun Blogger ini. Maaf maaf maaf. hhe Berikut karena beberapa hal yang nggak bisa di tinggalin, yang buat saya nggak bisa posting untuk beberapa hari terakhir ini.
Baiklah. Apa kalian pernah merasakan Terpaut atau tertarik hatinya pada sesosok manusia. Halah lebay, okey pada seseorang (garis bawah) ? tentunya dengan lawan jenis ya. Pernahkah?
Ketika penantian tak kunjung tiba. Ketika berulang kali dibodohi, hati semakin memasrahkan dan berserah kepada-Nya. Saat Pertemuan dan perpisahan sudah berulang kali terjadi tetapi belum juga didapat kemantapan hati, hanya tinggal berserah yakin akan indah pada waktunya. Mungkin Jodohku adalah dia yang sering dekat denganku, di lingkunganku, berjarak satu meter dariku. Ah bagaimana saja-lah pandai-pandainya kita menyemangati diri. Nah, Mungkin itu salah satu kalimat penguat bagi kita yang sedang dalam penantian. Eh, tapi bagaimana jika telah datang seseorang atau yang sudah sering kita jumpai, lalu hati kita timbul rasa suka padanya. Bagaimana ini?
Beberapa Panca Indera kita langsung aktif menerima adanya dia, si Dia. Berawal dari mata (tatapan), lalu turun ke hati. Beberapa orang bahkan hampir setiap orang berhasil jatuh cinta lewat mata yang jatuh ke hati (ini), sekalipun lewat perjodohan juga tetap untuk menikah calon pasangan wajib melihat wajah asli calon pasangannya itu. Bagi yang ber-niqab juga begitu. Tapi dengan cara yang syar'i yah, alias sesuai dengan sunnah atau mengikuti beberapa ketentuan mengkhitbah sesuai dengan ajaran Rasulullah.
Yang berawal dari mata (tatapan) ini biasanya melihat dari faktor fisik. Bagaimana wajah dan gestur tubuh, lalu pakaian juga cara dia berbicara. Inilah yang kebanyakan orang benar-benar mempertimbangkan apa yang terlihat dari calon pasangannya.
Lalu, panca indera yang aktif lainnya mengenai jodoh itu juga Pendengaran (telinga). "Dik, calon isteri kamu ini Shaleha sekali. Mbak sudah ketemu sama dia tadi siang. Selain sopan dan ibadah wajibnya bagus, dia juga seorang yang dermawan loh. Dia donatur tetap masjid di daerah kita. Kamu ga bakalan nyesel nikah sama dia." Itu adalah salah satu contoh ketika menerima kedatangan si Dia di hati kita lewat pendengaran kita. Selain dari fisik kita pun juga harus tahu bagaimana pendapat orang, mendengar tentang si Dia dan lain-lain sebagai langkah ikhtiar kita. Apakah akan dilanjutkan atau tidak.
Dua panca indera di atas merupakan langkah bagaimana rasa suka itu bisa hadir. Sehingga kita bisa menerima kehadiran dia. Entah hanya sebagai ta'arufan/hanya sebatas untuk saling mengenal, bersilaturahim memperbanyak persaudaraan sebagai sesama muslim ataukah benar-benar akan menjadi jodoh kita.
Nah, tapi yang lebih penting itu adalah Hati. Bicara tentang rasa, akan kembali lagi pada Hati. Balik lagi karena dari suka, berawal dari mata turun ke hati. Dari mendengar, turun ke hati. Apakah mantap hati saya padanya ? apakah saya yakin padanya? apakah dia pas untuk saya? dan lain-lain. Yang jelas, hati yang mulai menilai, mempertimbangkan, dan pastinya merasakan akan bagaimana ini.
Ketika kamu terpaut pada satu hati, sudah mantapkah hatimu?
Melihat dari sisi apakah kita dalam memilih pasangan. Jika dia sudah mapan, segala ada. Ya rumahnya sudah punya, mobilnya sudah punya, motornya sudah punya, tanggung jawabnya ada, mandirinya sudah bisa atau cantikya sudah punya, kayanya sudah punya, rajinnya sudah punya, titel sarjana nya juga bagus. Pokoknya segalanya yang bagus-bagus (yang nampak oleh mata dan terdengar di telinga) sehingga kita suka padanya. Apalagi melihat semua sudah ada -terpentingnya Agama/akhlaknya, maka bisa jadi dia adalah sosok yang kita sebut namanya dalam doa kita.
Doa adalah pendekat yang jauh, kedengaran hingga ke langit. Syahdu. Suatu tanda jiwa yang penuh harap meminta kepada Sang Khaliq -Sang Pemilik dan Pemegang Hati manusia, Lillah. Melibatkan Allah terhadap segala hal, ciri seseorang ada iman di hatinya. Bertawakkal, memasrahkan segalanya pada Allah, termasuk perihal jodoh. Dengan doa maka tersampailah hingga ke langit. Sedang Allah Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan. Meminta padanya, berdoa padanya. Semoga Alah memberi rahmat pada setiap doa.
Doa adalah pendekat yang jauh, kedengaran hingga ke langit. Syahdu. Suatu tanda jiwa yang penuh harap meminta kepada Sang Khaliq -Sang Pemilik dan Pemegang Hati manusia, Lillah. Melibatkan Allah terhadap segala hal, ciri seseorang ada iman di hatinya. Bertawakkal, memasrahkan segalanya pada Allah, termasuk perihal jodoh. Dengan doa maka tersampailah hingga ke langit. Sedang Allah Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan. Meminta padanya, berdoa padanya. Semoga Alah memberi rahmat pada setiap doa.
"Berdoalah kepada-ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu." QS. Ghafir 60.Ketika hati terpaut pada satu hati, apakah dia jodohku.
"Jika kamu mau, tikung dia di sepertiga malam." Ust. Evie Effendi.Doa pada Shalat Sepertiga malam, bagaikan busur yang tepat mengenai sasaran.
"Dan pada sebagian malam shalat tahujdlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan, mudah-mudahan Tuhan mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji." QS. Al -Isra': 79Kepada siapa lagi kita meminta pertolongan. Menghamba cukup Hanya pada-Nya. Sekali pun engkau menjaga, jika dia bukan jodohmu maka akan terpisah juga. Beberapa orang mengatakan Jodoh itu memudahkan bukan menyulitkan. Apakah 'Dia' Jodoh kita atau bukan, tergantung pada Ikhtiar. Jika Allah Ridha maka akan dipersatukan. Menikah sekali, mencintai sepenuh hati jodoh Sehidup sesyurga. Amiin.
---


No comments:
Post a Comment