Wednesday, September 12, 2018

Rindu Di Tengah Badai - oleh Nia Kurniati

Tuhanku,
Di pintu-Mu aku mengetuk
Aku tidak bisa berpaling
-Chairil Anwar-

Di samudera cinta, aku menunggumu
Dari setiap kerinduan yang setiap hari terus menguat
Yang semakin menguat mengangkasa
Tapi badai terus membesar hampir merubuhkan suatu tiang
Secara diam-diam aku berusaha membakar segala asaku
Tapi api tak mau membakarnya
Ku singkab ia di tungku
Ku tutup dengan kain atau kayu tapi tak jua membakarnya
Perjuangan sudah terlalu panjang
Di Istikhoroh-ku berharap segera tiba dirimu
Berharap takdir mempersatukan kita segera
Di tengah badai
Memang takkan pernah habis dengan penalaran
Tapi keyakinan pada Allah semakin menguat
Tak ada yang tak mungkin pada-Nya
Rindu ini akankah segera sampai?
Urusan terus datang silih berganti
Mata berurai air mata
Hati bergejolak memasrahkan pada-Nya
Rindu di tengah badai begitu menyiksakan
Seperti jarum menusuk yang melukai kulit
Kecil pun terasa sakit
Seperti duri yang menusuk kulit
Tergores, tak tentu dalam tapi menyayat
Rindu di penguhujung penantian
Di samudera cinta ini, ku menunggu
Rindu seorang hamba

1 comment:

Kalimat Sejuk Oleh Nia Kurniati

Kalimat Sejuk Selamat datang wahai hati yang sudah lama tak bertemu Apa kabarmu? Engkau terlihat baik-baik saja Aku baru tahu ...