Angin
Pukul setengah lima
Di antara persinggahan pinggir kota
Mata basah dibanjiri derai air mata
Ah, jika saja..
Langit mulai berubah warna
Waktu tak mau berhenti mengganggu pikiran
Kemanakah perginya harapan ?
Mengapa terbang hilang begitu saja,
Sedang rindu semakin menganga
Hebatnya, hati sekuat tenaga menyembunyikan rasa
Pertemuan lalu perpisahan
Masih layakkah aku menyalakan harapan ?
Rahasia di antara daun berguguran
Memisahkan pertemuan mengikuti hembusan
Jika Ia ke selatan, maka Dia juga ke selatan
Jika utara, maka Dia akan menuju ke sana
Drama seorang gadis biasa
Bukankah kamu melihatku
Sedikit pening kepalaku
Bolehkan aku meminjam pundakmu ?
Ah ya, tidak
Kamu siapa ?
Bukan mahramku,
Siapa namamu ?
Tenang, sebentar lagi gelap
Jangan dulu pergi jauh
Aku masih ingin bicara padamu
Apakah kamu takdirku ?
Ah ya, tidak
Aku hanya bertanya dalam hati
Sekiranya nanti angin tiba
Cepatlah bangun dan sadarlah
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Kalimat Sejuk Oleh Nia Kurniati
Kalimat Sejuk Selamat datang wahai hati yang sudah lama tak bertemu Apa kabarmu? Engkau terlihat baik-baik saja Aku baru tahu ...
-
Bismillah. Berbicara mengenai media internet, media sosial, atau media maya tentu sepenuhnya sudah kita sadari bahwa ini ...
-
Bismillah... "Mungkin yang paling mudah itu Menyerah. Tapi yang paling susah itu hadiahnya Tak terhingga." Quotes, by Me. ...
-
Ini merupakan cerita yang saya masukan dalam event menullis bareng bersama Redaksi Airiz. Event ini diikuti oleh 36 peserta secara ke...
No comments:
Post a Comment