Sunday, July 22, 2018

PUISI NIA : Antara Dua Cinta

Rasulullah berdoa:
"Aku memohon kepada-Mu, kelezatan memandang wajah-Mu dan kerinduan bertemu dengan-Mu."
HR. Ahmad, No Hadits:17605 dan 20678


Duhai cinta.. memesonakan aku yang sedang kemarau
Berteduh, melipir sendiri menahan haus karena engkau
Sungguh aku lihat engkau berseberangan denganku
Kering juga wajahmu yang sedang menunggu
Lemah
Patah
Seolah yang tinggal hanyalah doa
Gelisah
Aku juga lihat seseorang disana
Bukan di ujung pandanganku
Engkau melihat dan tersenyum
Bukan aku 
Pun
Bunga mulai mekar
Dedaunan sepoy tbergoyang
Angin melambat lalu mengencang
Ahh.. dia melihatmu
Pelan sekali membawa rindu
Seperti takut air tumpah di tengah jalan
Jangan begitu
Engkau kemudian bicara
Dengan nada lirih dan cinta
Dia bertanya
Engkau juga bertanya
Bunga lalu layu lagi
Angin begitu besar rupanya
ahh bagai dua kutub yang berbeda
Tidak
Jangan lari
Ini belum hujan.. takut bila kemarau lagi
Pelan saja.. biar aku pikirkan ulang
Engkau jangan kemana ya..

ART OF DAKWAH : Ketika Netizen mengomentari Dakwah Seorang Ustadz Melalui Media Internet

Bismillah.
       
    Berbicara mengenai media internet, media sosial, atau media maya tentu sepenuhnya sudah kita sadari bahwa ini merupakan suatu tempat yang luas untuk mencari dan mendapatkan pengetahuan atau informasi. Bahkan kini, orang lain lebih malas membaca buku ketimbang seraching, browsing dan etc. di media internet ini. Selain untuk mencari informasi juga, terdapat  media sosial sebagai sarana  berekspresi. Baik itu menumpahkan segala emosi, maupun ingin berbagi suatu kebahagian serta posting perihal kebaikan (berdakwah).
    Sebetulnya terdapat beberapa resiko seseorang menggunakan media internet, dan media sosial terutama. Mengapa? karena ada dua sisi disini yang bermain. Sisi pertama adalah Golongan Pro, dan sisi kedua adalah Golongan yang Kontra. Ya, Pro dan Kontra, katakanlah golongan suka dan tidak. Ini ternyata bukan hanya ada di lingkungan sosial bermasyarakat nyata saja, namun juga ada pada media yang luas ini. Maka, tentu ini pun merupakan suatu hal yang serius. Dibutuhkan kewaspadaan dan kehati-hatian dalam menggunakan suatu media internet ini. 
      Kali ini saya akan bicara mengenai seni dalam berdakwah (Art Of Dakwah).Berdakwah tentu di butuhkan ilmu, karena yang akan mendengar dakwah itu sendiri pun sendirinya memerlukan ilmu,  maka dari itu mereka mencari suatu ilmu tersebut. Akan menjadi terasa kurang jika kita berdakwah namun tidak didasarkan ilmu. Jika tidak anda akan mendapat kritikan.
      Beberapa hari terakhir ini sedang viral salah satu ustad di Bandung yang akhirnya di kritik karena cara beliau menyampaikan dakwahnya. Tentu ini masuk ke ranah Seni dalam Berdakwah yah. Menyinggung hal itu, sebelum maju ke arah itu kembalikan dulu hati kita kepada Allah. Bahwa Allah lah Dzat Yang Maha Sempurna. Segala kesempurnaan hanyalah milik Allah. Hati kita serahkan dulu pada-Nya, Allah ta'ala. Maka, bicara soal ini dibutuhkan iman. 
    Saya tidak akan dulu bicara bagaimana detik Ustadz tersebut berdakwah yang mendatangkan komentar pedas dari si golongan kontra itu. Saya akan kembali lagi pada seni dalam berdakwah itu sendiri. Apakah kalian sudah paham bagaimana itu berdakwah, tentu ada seninya. Setiap ulama, asatiz/ ustad memiliki gaya dalam menyampaikan materi dakwah. Tidak bisa sama, karena karekter manusia pun berbeda-beda. Tingkat kepahaman orang juga berbeda-beda ya kan. Misal, kita mengikuti kajian ustadz A misalnya, lalu kita mendapati kenyamanan disana mendapatkan ilmunya. Kita mudah mengerti dan langsung klik hidayah, next hijrah. Berarti cocok kan. Berbeda jika mengikuti suatu kajian, misal dia ustadz B. Karena kita terbiasa mendengar dengan jelas, atau tanpa kata-kata yang berbau diksi maka kita sulit mencerna isi materi.  Ya tapi itu adalah seni atau gaya nya ustadz tersebut, maka tidak bisa kita katakan itu suatu hal yang salah. Sebelum begitu, lihat bagaimana jamaahnya. Jika banyak hidayah yang datang saat mengikuti kajian ustadz B pada banyak orang, berarti itu ada yang salah dengan penilaian kita saat mengatakan ustad itu salah. Padahal setiap ustadz juga memberi kelonggaran kepada jamaah agar bebas memilih guru agamanya. 
"Jika memang bagi antum ustad ini salah, tidak sepaham dengan saya, tidak sepemikiran maka silahkan tinggalkan. Ambil yang baiknya, yang buruknya tinggalkan." Ust. Adi Hidayat Lc. Ma
    Saya mendengar kalimat itu pada kajian ustadz Adi Hidayat Lc, Ma. Berarti ini mengungkapkan bahwa sebenarnya para ustadz saja memberi kelonggaran, kebebasan pada kita memilih pada siapa kita mau mencari ilmu. Lagi pula, ustadz yang di komentari pedas tersebut sudah mengakui telah salah memilih diksi dan sudah meminta maaf. Maka sebaik-baik manusia adalah bisa memaafkan kesalahan orang lain. Meskipun begitu, sudah banyak kok dampak posittif dari kajian yang dibawakan ustadz tersebut. Bagaimana tidak, bayangkan kehadirannya dapat mengubah Lapangan Gasibu menjadi tempat ratusan manusia berjamaah sujud kepada Allah swt. Itu indah sekali. Apa ada iman? ya, karena ikut kajian beliau bukan untuk gaya-gayaan, ya meski pasti ada juga beberapa. InsyaAllah karena ada tujuan, yaitu mengejar ilmu Akhirat. Belajar sedikit-sedikit bagamana menjadi hamba yang baik pada-Nya Allah swt.
      Mengomentari juga itu bebas mau seperti apa. Namun ada baiknya dengan adab. Jika disampaikan baik-baik InsyaAllah akan tersampaikan maksud dan tujuan. Jika tidak maka sebelah mata yang akan menilainya. Maka, diperlukan iman juga dalam hal ini. Bagaimana baiknya dalam mengomentari, dalam mengkritiik. Antara syubhat atau fanatik, baiknya kembali lagi ke tujuan semula. Jika kita benar mau mencari ilmu akhirat, carilah. Masih banyak ustadz dan ulama di Indonesia. Apalagi akan sangat sedih jika, sesama muslim beradu opini mengenai hal ini sehingga menimbulkan perpecahan. Naudzubillah. Dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati manusia. Tidak ada unsur kesengajaan, insyaAllah. Semua muslim bersaudara, saling maaf memaafkan terasa indah. Jika ini cinta pada Allah, maka bersatulah. 


Alhamdulillah. Mohon maaf apabila ada kesalahan. Disini dalam beropini kita musti bersikap netral terlebih dahulu. Jazakumullahu khairan katsiro. 
Yaa Muqollibal quluub tsabbitqalbi ala diinik.

---

KETIKA TERPAUT PADA SATU HATI; Diakah Jodohku?

Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarakatuh.



     Alhamdulillah sudah posting lagi setelah sudah hampir seminggu ini belum lagi Entri postingan baru. Dan sebagian orang mungkin akan berpikir dan mempertanyakan tentang integritas saya sebagai penulis di akun Blogger ini. Maaf maaf maaf. hhe Berikut karena beberapa hal yang nggak bisa di tinggalin, yang buat saya nggak bisa posting untuk beberapa hari terakhir ini.
    Baiklah. Apa kalian pernah merasakan Terpaut atau tertarik hatinya pada sesosok manusia. Halah lebay, okey pada seseorang (garis bawah) ? tentunya dengan lawan jenis ya. Pernahkah?
       Ketika penantian tak kunjung tiba. Ketika berulang kali dibodohi, hati semakin memasrahkan dan berserah kepada-Nya. Saat Pertemuan dan perpisahan sudah berulang kali terjadi tetapi belum juga didapat kemantapan hati, hanya tinggal berserah yakin akan indah pada waktunya. Mungkin Jodohku adalah dia yang sering dekat denganku, di lingkunganku, berjarak satu meter dariku. Ah bagaimana saja-lah pandai-pandainya kita menyemangati diri. Nah, Mungkin itu salah satu kalimat penguat bagi kita yang sedang dalam penantian. Eh, tapi bagaimana jika telah datang seseorang atau yang sudah sering kita jumpai, lalu hati kita timbul rasa suka padanya. Bagaimana ini?
       Beberapa Panca Indera kita langsung aktif menerima adanya dia, si Dia. Berawal dari mata (tatapan), lalu turun ke hati. Beberapa orang bahkan hampir setiap orang berhasil jatuh cinta lewat mata yang jatuh ke hati (ini), sekalipun lewat perjodohan juga tetap untuk menikah calon pasangan wajib melihat wajah asli calon pasangannya itu. Bagi yang ber-niqab juga begitu. Tapi dengan cara yang syar'i yah, alias sesuai dengan sunnah atau mengikuti beberapa ketentuan mengkhitbah sesuai dengan ajaran Rasulullah. 
        Yang berawal dari mata (tatapan) ini biasanya melihat dari faktor fisik. Bagaimana wajah dan gestur tubuh, lalu pakaian juga cara dia berbicara. Inilah yang kebanyakan orang benar-benar  mempertimbangkan apa yang terlihat dari calon pasangannya.
        Lalu, panca indera yang aktif lainnya mengenai jodoh itu juga Pendengaran (telinga). "Dik, calon isteri kamu ini Shaleha sekali. Mbak sudah ketemu sama dia tadi siang. Selain sopan dan ibadah wajibnya bagus, dia juga seorang yang dermawan loh. Dia donatur tetap masjid di daerah kita. Kamu ga bakalan nyesel nikah sama dia." Itu adalah salah satu contoh ketika menerima kedatangan si Dia di hati kita lewat pendengaran kita. Selain dari fisik kita pun juga harus tahu bagaimana pendapat orang, mendengar tentang si Dia dan lain-lain sebagai langkah ikhtiar kita. Apakah akan dilanjutkan atau tidak.
          Dua panca indera di atas merupakan langkah bagaimana rasa suka itu bisa hadir. Sehingga kita bisa menerima kehadiran dia. Entah hanya sebagai ta'arufan/hanya sebatas untuk saling mengenal, bersilaturahim memperbanyak persaudaraan sebagai sesama muslim ataukah benar-benar akan menjadi jodoh kita.
          Nah, tapi yang lebih penting itu adalah Hati. Bicara tentang rasa, akan kembali lagi pada Hati. Balik lagi karena dari suka, berawal dari mata turun ke hati. Dari mendengar, turun ke hati. Apakah mantap hati saya padanya ? apakah saya yakin padanya? apakah dia pas untuk saya? dan lain-lain. Yang jelas, hati yang mulai menilai, mempertimbangkan, dan pastinya merasakan akan bagaimana ini.
Ketika kamu terpaut pada satu hati, sudah mantapkah hatimu?
        Melihat dari sisi apakah kita dalam memilih pasangan. Jika dia sudah mapan, segala ada. Ya rumahnya sudah punya, mobilnya sudah punya, motornya sudah punya, tanggung jawabnya ada, mandirinya sudah bisa atau cantikya sudah punya, kayanya sudah punya, rajinnya sudah punya, titel sarjana nya juga bagus. Pokoknya segalanya yang bagus-bagus (yang nampak oleh mata dan terdengar di telinga) sehingga kita suka padanya. Apalagi melihat semua sudah ada -terpentingnya Agama/akhlaknya, maka bisa jadi dia adalah sosok yang kita sebut namanya dalam doa kita.
        Doa adalah pendekat yang jauh, kedengaran hingga ke langit. Syahdu. Suatu tanda jiwa yang penuh harap meminta kepada Sang Khaliq -Sang Pemilik dan Pemegang Hati manusia, Lillah. Melibatkan Allah terhadap segala hal, ciri seseorang ada iman di hatinya. Bertawakkal, memasrahkan segalanya pada Allah, termasuk perihal jodoh. Dengan doa maka tersampailah hingga ke langit. Sedang Allah Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan. Meminta padanya, berdoa padanya. Semoga Alah memberi rahmat pada setiap doa.
"Berdoalah kepada-ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu." QS. Ghafir 60.
 Ketika hati terpaut pada satu hati, apakah dia jodohku. 
"Jika kamu mau, tikung dia di sepertiga malam." Ust. Evie Effendi.
Doa pada Shalat Sepertiga malam, bagaikan busur yang tepat mengenai sasaran. 

"Dan pada sebagian malam shalat tahujdlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan, mudah-mudahan Tuhan mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji." QS. Al -Isra': 79
         Kepada siapa lagi kita meminta pertolongan. Menghamba cukup Hanya pada-Nya. Sekali pun engkau menjaga, jika dia bukan jodohmu maka akan terpisah juga. Beberapa orang mengatakan Jodoh itu memudahkan bukan menyulitkan. Apakah 'Dia' Jodoh kita atau bukan, tergantung pada Ikhtiar. Jika Allah Ridha maka akan dipersatukan. Menikah sekali, mencintai sepenuh hati jodoh Sehidup sesyurga. Amiin.


---

Friday, July 6, 2018

Mau Wisata Halal, Ya Cheria Holiday Pastinya!

Lelah kan terus berkutat dengan pekerjaan dan aktifitas sehari-hari, pastinya. Tapi, jangan sampai anda kurang piknik ya.
Yap, berwisata merupakan alternatif untuk melepaskan penat dan lelah dari setiap harinya kita bekerja. Berwisata dapat dipilih melalui beragam pilihan, misalnya hanya berwisata di dalam negeri dengan mengunjungi tempat-tempat Indah di Indonesia, atau memilih untuk berlibur dan berwisata ke luar negeri.
Nah Lho, Lebaran Idul Fitri sudah lewat, apakah anda sudah berlibur? Jika belum yuk berbagi sedikit waktunya untuk saya. Hmm, Siapa yang mau berlibur ke Eropa Barat? Ada apa saja ya di Eropa Barat. Pastinya penasaran kan?
Sekarang ini sedang trend-nya sebuah aplikasi Instagram. Anda akan sangat mudah terjaring dengan dunia secara lebih dekat dan cepat. Nah, Anda sudah punya kan? Jika sudah yuk cari dan follow satu Biro Perjalanan wisata di bawah ini.
Nahh Follow dulu Instagram Cheria Holiday nya ya.


Dan.. inilah dia informasi paling penting untuk anda yang akan berliburan. Yap betul, di atas adalah Biro Perjalanan Tour Cheria Holiday. Jika Anda memilih Tour bersama Cheria Holiday, pastinya anda tidak akan terkena tipu atau beragam kesulitan lainnya. Justru melalui Tour Cheria Holiday anda akan mendapatkan segala kemudahan berwisata. Apalagi sudah Halal pula. Penasaran bukan?
 
 Anda boleh googling di www.cheria-travel.com
 
Cheria Holiday merupakan pilahan biro perjalanan tour paling pas untuk anda. Apalagi jaman sekarang benar-benar kesulitan untuk mencari travel yang amanah dan terpercaya. Jangan sampai anda sudah berniat berangkat wisata, sudah bayar malah tidak berangkat-berangkat juga, banyak kan yang kasusnya seperti itu.
 
1. Cheria Holiday Sudah Diakui
Akan dapat terlihat perbedaan sebenarnya jika suatu perusahaan Biro Perjalanan tour dan Travel yang belum berpengalaman dengan yang sudah berpengalaman. Nah, untuk Cheria Holiday karena sudah sangat berpengalaman maka sensasi berwisata nya sudah pasti berbeda sekali. Wih.
Cheria Holiday yang didirikan Oleh Pak Cheriatna dan Istrinnya Ibu Farida ini sengaja hadir untuk memenuhi salah satu kebutuhan umat muslim dalam melakukan perjalanan, tentunya agar tetap konsisten dan mudah dalam menjalankan ibadahnya. Keduanya sudaha melanglangbuana dalam dunia travel. Selain itu, sejak awal mula didirikannya, yaitu pada tahun 2012, Cheria Halal Holiday juga sudah banyak  melayani ribuan wisatawan dan peziarah dengan komitmen pelayanan terbaik dengan harga bersaing dan garansi kepuasan bagi para tamunya. Nah, alhamdulillah sudah legal juga dengan Lisensi SK. Departemen Agama RI NO. D/355 Umrah, Depag RI D/816-2012 (BPW) SIUP : 2365/2012. Nah, jadi masih ragu nih? Baiklah saya akan ulas lebih dalam lagi ya.
 
2. Cheria Holiday Juga Punya Keunggulan
Ah soal keunggulan enggak perlu ditanya lagi yah. Pokoknya benar-benar terbaik untuk pilihan berwisata keluarga. Cheria Holiday ini sudah memiliki produk tour halal terlengkap baik domestik maupun internasional. Dan tentunya sudah menjadi yang pertama dan satu-satunya yang memiliki aplikasi tour halal berbasis web dan aplikasi mobile phone. Masih belum puas?
 
3. Sudah Banyak Sekali Penghargaan
Bagi anda yang masih ragu, berikut adalah penghargaan terbaik ntuk Cheria Holiday ini.

  • Biro perjalanan Wisata terbaik
  •  Website Travel Ramah Wisatawan Muslim terbaik dalam ajang kompetisi pariwisata halal nasioanal 2016 yang diselenggarakan oleh Kementrian Pariwisata

Masih ragu juga?
Lihat beberapa testimoni para tamu Cheria yuk!
 
 

Pevita Pearch menikmati salju di Turki Bersama Cheria Holiday

Ust. Abdullah Ggymnastiar (Aa Gym) juga menikmati Wisata Halal bersama Cheria Holiday di Beijing

 Anda bisa menelusuri Fanpage Facebook Testimoni Cheria Holiday di https://www.facebook.com/testimoni.cheria/

Eits, dan di bawah ini adalah salah satu pemenang Lomba Menulis Artikel Cheria Holiday liburan gratis ke Turki.
 
 
 Dia adalah Teh Tia Yusnita, kebetulan satu kampus dan satu komunitas pendaki bersama saya juga. Hehe..
 
 
Nah sudah yakin kan?
Okey, Nah bagi yang mau berlibur, kebetulan sedang ada paket khusus berlibur Tour ke Eropa Timur dan Eropa Barat. Untuk yang ingin tour ke Eropa Barat silahkan klik link ini ya,  berlibur anda. # Tour Halal Eropa Barat ( https://www.cheria-travel.com/201806/paket-tour-halal-eropa-barat.html). Sementara jika anda ingin berlibur ke Eropa Timur inilah link yang bisa anda telusuk infonya lebih dalam lagi, di # Tour Halal Eropa Ttimur (https://www.cheria-travel.com/2017/06/paket-tour-eropa-timur.html)
 
Bagi anda yang juga gemar menulis, Cheria Holiday selalu mengadakan lomba menulis juga loh. Yuk ikuti hadiah utama liburan ke Turki gratis terjamin oleh Cheria Holiday Travel juga.
 
 
Jadi jangan khawatir lagi karena sudah ada Cheria Holiday Travel, sahabat perjalanan kita semua. Dan jangan lupa share ke teman, saudara, ataupun sahabat-sahabat terdekat. Siapa tau kita bisa berlibur bersama. Ah, jodoh enggak akan kemana. 
Mau berlibur yang Halal, ya Cheria Holiday ya Pilihannya. Yuk Liburan!
 
 
 
 
Sumber :
http://www.cheria-travel.com

 


 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Wednesday, July 4, 2018

Bersedia Menunggumu Hingga Batas Waktu

Bersedia Menunggumu Hingga Batas Waktu !
Oleh. Nia Kurniati
 
     Ini adalah kenyataan perasaan seseorang yang sedang mengalami masa penantian. Menanti untuk menggenapkan Setengah Din-nya. Pada masa ini, kita akan benar-benar mengalami pergulatan batin yang sebenarnya. Jangan heran, ini tentang menentukan pilihan. "Jangan sampe salah pilih!" begitu mamah selalu mengingatkan. Ini tentang memantapkan hati jangan sampai ada keraguan.
     Menikah bukan persoalan main-main. Menikah diperlukan keseriusan yang benar-benar matang, sehingga tidak ada lagi ungkapan "Habis Manis Sepah Dibuang". Menikah juga adalah untuk saling menyatukan dua perbedaan, mencoba untuk siap menerima segala keadaan, untuk bisa saling terbuka dan memberi perasaan. Itulah kebanyakan orang yang kesulitan menjalankan hal bermacam-macam itu.
     Perasaan saat benar-benar merasa rindu. Apalagi saat lingkungan benar-benar mendukung untuk kamu segera menikah. Kita bisa apa selain baper yang selalu tiba-tiba hadir. Hmm. Pelan tapi pasti kemunculan akun-akun bertemakan menikah terus bertebaran, lebih cepatnya lagi di Instagram. Instagram dengan cepat mengubah hidup yang tadinya standar-standar aja jadi so bergaya. Dan pastinya termasuk tulisan-tulisan dari tangan para kreatif yang dibuat menjadi sebuah gambar motivasi, serta imbuhan si Caption yang bikin menyentuh hati, bikin baper sejadi-jadinya. Kayak gini nih!.
     Setiap orang yang baper pada hal semacam ini ya... katakanlah itu wajar. Dengan seiring berjalannya waktu, kita pun harus bisa untuk memaksimalkan sabar. Apalagi Kita juga musti sadar, bahwa ini adalah proses yang Allah Ridhai ketimbang dengan menunggu dengan berpacaran. Pacaran sedari jaman dulu kata mamah nggak ada. Dulu kebanyakan orang di jodohkan dan tidak memprioritaskan saling suka. Asal nikah, tapi benar-benar harus dengan yang bisa bertanggung jawab. Karena setelah menikah bukan cinta lagi katanya, melainkan tentang berjuang berdua. Hadehhh...
     Hari demi hari berhasil dilewati dengan terus memanjatkan doa pada Allah. Dengan penuh kesabaran dan kekuatan mengahadapi segala godaan. Godaan pacaran! hhe. Ah tidak semoga terus istiqomah di jalan Allah. Karena mati itu lebih pasti, gimana kalau malah kita belum sempat untuk bertaubat, masih pacaran dan mati-meninggal. Innalillahi wa innailaihi rojiuun. Eh.
"Nia,, kenapa kamu belum nikah? jangan kebanyakan pilih deh, yang penting sholeh. Ingat itu nia. Sholeh!" tutur teman yang sudah lama tidak bertemu dan kemudian bertemu. Hmm, sabar nia...
"Nia.. ini nih ada undangan dari si.... (tiiiiitttttt)!" Lembaga Sensor Indonesia. Nggak denggg... Pokoknya Patah hati. Gagal (titik)
"Nia.. ini nih dia kakak sepupu aku. Ganteng udah mapan lah. Udah punya usaha sendiri. sok ini no Wa nya. !" berikut rujukan teman lama. Ekhm gagal.
"Nia aku jodohin sama si dia yah.. dia katanya mau kenalan!" juga teman lainnya ada yang menawarkan. Gagal (titik)
"Hahh! apah!! dia udah nikah?, padahal dia baru ngajakin ta'aruf sebulan yang lalu eh sekarang dia udah nikah? Ampun deh ini laki-laki ada yah yang begini. Alhamdulillah selamat ya Allah!" padahal patah hati, sakit hati sampe nangis terus 4 hari 4 malam.
"Aku bakal terus merjuangin kamu sampe orang tua kamu nyetujuin kita!" satu ini beda. Gagal
"Tenang aku udah persiapkan yang terbaik buat kita." Jangan tanya. Gagal (titik) 
     Ahhh... begitulah kalau disebutkan setiap dialog perjodohan yang sudah pernah di alami, dan masih ada beberapa kisah lainnya. Pada akhirnya berujung pada Penantian ini. Sungguh Allah Maha mengetahui yang terbaik untuk kita.  
"Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula). Mereka itu bersih dari apa dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (surga)" QS. An- Nur:26
     Iya, di atas adalah perjanjian Allah pada hambanya berupa jodoh. Semakin hari terus diyakini. Terus berusaha memperbaiki diri. Terus melakukan apa yang baiknya dilakukan seorang manusia yaitu untuk menghamba kepada Allah. Berganti segalal kekosongan dengan kembali mengingat-Nya. Ah, pokoknya berusa terus menjadi lebih baik untuk Allah swt, dan juga mengharapkan agar Allah memberi kebaikan dari semua ini. Kalau kita baik maka kita akan mendapatkan yang baik, kata Allah kan! Dan kalau kitanya keji, maka tidak akan jauh, kita pun akan mendapatkan lelaki yang keji pula.  
     "Hmm.. iya! menikah itu adalah ibadah paling lama ni.. harus sungguh-sungguh!" Ruh yang lain selalu berkata begitu.
     Ini adalah tentang menjalankan ibadah yang paling lama -menikah. Kamu akan merasakan syahdu saat kamu meminta dalam doa mengharapkan kedatangannya. Pun kamu akan menangis di saat sujud, lagi-lagi karena do'a mengharapkan kedatangannya. Juga kamu akan tiba-tiba puitis jika kamu menuliskan kata yang lagi-lagi mengharapkan kedatangannya. Do'a, do'a dan do'a. Seperti tidak ada lagi percakapan paling utama, pentik atau pokok selain hanya do'a meminta kehadirannya. (si jodoh).
  
 
Menunggumu, hingga batas waktu
Jika memang masih lama waktu kita akan bersua
Saling bertatap mata
Izinkan aku untuk taat dulu pada-Nya
karena aku tidak ingin sia-sia
ingin membersamaimu hingga ke jannah-Nya
Kita buat rumah disana
Kita makan bersama
Berebut air secangkir berdua
Ah mesra..
Aku mau engkau juga begitu
Siapkanlah yang terbaik untukku
Kadomu unntukku
Mahar yang begitu berharga bukan karena mahal
Tapi atas dasar Kecintaanmu pada-Nya
Ketaatanmu
Karena engkau akan jadi imamku
Juga imam shalatku
Imam keluarga kita
Ah rindu..
Duhai engkau separuhku
Genapkanlah setengah Din kita karena-Ny
Niat yang tulus mengharap ridha-Nya
Menikah untuk ibadah
Bersua, berjuang bersama
Saling memiliki
Saling memberi pelukan yang Allah pun juga akan sangat bahagia melihat kita
Siapkanlah
Aku rela menunggumu lama
Asal tidak terlalu lama
Asal engkau taat
Asal engkau akan setia
Ayolah pasangkan cincin tanda halal kita, di jari kita
Kau ikrarkan janji, dimana langit dan bumi menjadi saksinya
Dimana Malaikat akan bergetar, gemetaran mendengar kamu ber-ijab
Ayolah kita lari sama-sama
Kita tinggal sama-sama
Kita pelajari cinta pada-Nya hingga ajal datang tiba-tiba
Aku akan memanggilmu kekasih
Karena kau akan benar-benar menjadi kekasihku
Aku akan memanggilmu dengan penuh cinta, karena aku ingin mencintaimu dengan caraku
Aku... bersedia menunggumu hingga batas waktu
 
 
 
 


Tafsir Al-Qur'an Kontemporer Al Fatihah Ayat 3


QS. Al Fatihah Ayat 3
 
الرَّØ­ْمنِ الرَّØ­ِيم
 
Artinya : "Maha pemurah lagi Maha Penyayang"
 
 
     QS. Al Fatihah merupakan surat pembuka pada Al-Qur'an. Terdapat beberapa sebutan/penamaan untuk Al Fatihah ini, diantaranya ada yang menyebutnya dengan nama Ummul Qur'an yang berarti induk Al Qur'an atau intisari Al-Qu'an karena menyangkut dengan persoalan pokok yang disoroti Al-Qur'an itu sendiri, yakni tentang aqidah (keyakinan), syariah (tata peribadatan/syar'i), dan Al Qashas (riwayat).
     Selain Ummul Qur'an, Al Fatihah juga disebut sebagai Al Asas yang berarti dasar atau pondasi. Dikatakan demikian, karena Al Fatihah merupakan pondasi atau pijakan untuk mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Dan panggilan lainnya dari Surat ini adalah Sab'ul Matsani yang berarti 7 ayat yang terus di ulang. Ini dibuktikan pada kegiatan ibadah shalat, yang mana surat ini harus selalu dibaca dalam setiap rakaat shalat.
     Ayat yang sudah ditulis paling atas itu merupakan ayat ke-3 dalam QS. Al-Fatihah. Dalam ayat itu menyebutkan bahwa Allah Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang. Sebelum ke pengertian secara kompleks, mari kita cari tahu terlebih dahulu rincian dari ayat ke-3 dalam QS. Al Fatihah ini.
     Dalam ayat ke-3 tersebut terdapat kata Rahman dan Rahim. Kedua kata tersebut berasal dari kata rahmah yang berarti kasih tanpa akhir, cinta tak bertepi. Menurut terjemahan rahman dan rahim juga di artikan sama, yakni maha pemurah  lagi maha penyayang atau bisa juga dibalikan maha penyayang lagi maha pemurah. Namun berbeda menurut tafsir.
     Menurut tafsir, arti rahman adalah kasih sayang Allah terhadap seluruh Makhluk-Nya. Contohnya seperti Allah memberi kekayaan pada seorang hamba di dunia namun dia tidak beriman kepada Allah. Itu menunjukkan bahwa ada Rahman padanya, namun tetap dia tidak akan terlepas dari Adzab Allah. Selanjutnya rahim menurut tafsir artinya adalah kasih sayang Allah terhadap Makhluk Allah untuk makhluk yang beriman saja. Contoh rahim itu turun pada makhluk-Nya diantaranya, penuh semangat menjalankan ibadah wajib, melaksanakan juga ibadah sunnah, mencari nafkah dengan cara halal dan lain-lain. Maa syaa Allah. Maka Allah berfirman dalam QS. Al-Ahzab 33:34, artinya "Dan dia maha rahim pada orang-orang beriman."
     Baik dapat kita tarik kesimpulan pengertian rahman dan rahim ini. Intinya rahman dan rahim merupakan Kasih sayang Allah pada Makhluk-Nya yang tidak bertepi dan tanpa akhir, hanya saja terdapat tingkatan kasih sayang Allah yang paling tinggi pada hambanya yang beriman pada-Nya. Betapa manusia tidak boleh lupa terhadap segala pemberian Allah dan karunia-Nya sebagai tanda cinta dan kasih sayang-Nya pada kita Makhluk ciptaan Allah.
     Dengan ini seharusnya manusia dapat mencontohnya. Berlaku kasih sayang terhadap siapa pun, bahkan kepada orang yang kita benci sekali pun. Sebab dengan itu, kita akan menjadi hamba yang pemaaf, dermawan, berpikir positif, berlaku adil, dan menempatkan orang lain secara proporsional. Bukankah akan terasa bahagia dan tenang nya kita hidup di dunia yang fana ini, jika setiap insan- hamba Allah saling sayang-menyayangi. Saling menumbuhkan rasa kasih sayang kepada sesama, dan tidak memilih-milih dengan siapa harus memberikan rasa kasih sayang. Yaps,
      Suatu kewajiban seorang hamba berbuat baik terhadap sesamanya, ini sesuai dengan firman Allah di bawah ini, yang artinya,
"Dan bertutur katalah yang baikkepada manusia, laksanakan salat dan tunaikan zakat." (QS. Al-Baqarah: 83)
     Nahh. barulah kita mulai hari yang baru, hidup yang baru, membuka lembaran baru. Saling melupakan masa lalu, saling melupakan segala keburukan siapapun itu. Berusaha untuk mengamalkan segala perintah Allah, serta menjauhi segala larangannya. Siip, termasuk mengikuti perintah-Nya untuk saling sayang menyayangi, memiliki kemurahan hati untuk bergabung, berkumpul, dan menyayangi siapapun kita, karena Allah aja Maha Pemurah dan Maha Penyayang, masa kita ngga mau ngikutin. he! 
 
 
Catatan Kaki:
Amiruddin, Aam. 2004. Tafsir Al-Qur'an Kontemporer Juz Amma Jilid 1. Bandung: Khazanah Intelektual
 


Tuesday, July 3, 2018

Nasihat Luqman yang Tidak Disebutkan di dalam Al-Qur'an

Masih penasaran dengan kisah Luqmanul Hakim dan Anaknya. Di bawah ini adalah terkait kisah nasihat Luqman kepada anaknya yang tidak di sebutkan dalam Al-Qur'an.

     Umar bertanya, "Apakah wasiat Luqman yang disebutkan di dalam Al-Qur'an telah mencakup semua wasiatnya?"
     Ayah menjawab, "tidak anakku." Kemudian Umar kembali berkata kepada ayahnya, "Kkalau begitu, sebutkanlah sebagian wasiatnya Ayah."Lalu Luqman menjawab dalam beberapa kitab tafsir yang tidak dipaparkan pada Al-Qur'an, diantaranya adalah, 
  • Wahai anakku, sesungguhnya dunia adalah sebuah samudera yang dalam, yang dapat membuat manusia tenggelam. Oeleh sebab itu, jadikanlah perahu yang kamu gunakan untuk menyeberangi samudera tersebut adalah ketakwaan kepada Allah yang berisikan keimanan kepada Allah berlayarkan tawakkal kepada Allah. Mudah-mudahan kamu selamat dalam mengarungi samudera tersebut.
  • Wahai anakku, orang yang selalu menasehati dirinya sendiri, akan selalu mendapatkan perlindungan dari Allah Ta'ala. Orang yang jujur terhadap dirinya sendiri, Allah akan menambahkan kemuliaan untuknya. Menghinakan diri demi melakukan ketaatan kepada Allah Ta'ala akan semakin membuat dia mulia
  • Wahai anakku, janganlah kamu berutang. Karena berutang adalah siksaan di siang hari dan persoalan di malam hari.
  • Wahai anakku, selalulah memohon kepada Allah Ta'ala agar jangan sampai kamu berani melakukan kemaksiatan.
  • Whai anakku, orang yang berbohong berarti orang yang tidak punya rasa malu. Orang yang buruk akhlaknya, banyak persoalannya.
  • Wahai anakku, aku mampu mengangkat batu besardan besi serta semua benda yang berat. Akan tetapi, aku tidak tahan  menghadapi tetangga yang buruk. Aku tidak pernah mengecap sesuatu yang lebih pahit daripada pahitnya kemiskinan. 
  • Wahai anakku, Janganlah kamu utus seorang yang bodoh. Jika kamu tidak mampu mendapati orang yang bijaksana, maka utuslah dirimu sendir.
  • Wahai anakku, janganlah kamu santap makanan ketika kamu telah merasa kenyang. Sesungguhnya makanan yang hendak kamu santap  tersebut lebih baik kamu berikan kepada anjing, daripada kamu santap sendiri.
And..... masih banyak banget temen-temen. Kalau penasaran langsung beli aja Buku Karya Adil Musthafa Abdul Halim. Judulnya Kisah Bapak & Anak dalam Al-Qur'an. Semoga bermanfaat teman-teman. Nah berikut adalah gambar buku Karya beliau itu. Silahkan untuk mencari.Jazakumullah khair.



Catatan kaki :
Musthafa Abdul Halim, Adil. 2007.  Kisah Bapak & Anak dalam  Al- Qur'an. Jakarta: Gema Insani

Monday, July 2, 2018

Sombong dan Riya Dalam Beribadah - Oleh Nia kurniati

Sombong dan Riya Dalam Beribadah
Oleh. Nia Kurniati

Pada suatu hari, di ruang kelas TK A berukuran kira-kira 5m x 5m di Sekolah PAUD Hikmah.
"ini masih jam berapa Jab..?" tanya Rayhan pada Rajab.
"masih jam 7 lah!, kayanya!" jawab rajab polos banget.
Iya, jadi ini masih Pukul 07.15. Berarti sekitar 15 menit lagi kami semua masuk kelas. Beberapa suara teriak anak-anak di lapangan masih terdengar. "aaaaakkkkkkkk!", "tidaakkkkk.. jangan ih kamu teh jangan gitu!" terdengar suara teriak ala-ala drama series anak cilik. Hhhhi.

Treng..trengg..trengg!

Lonceng berbunyi tanda waktu belajar dan bermain akan segera di mulai. Bu Nia langsung lari memanggil anak-anak di kelas untuk keluar berbaris di halaman. Lalu berbarislah anak-anak dan ibu guru serta teman-teman dengan khidmat. Hmm, seperti biasa begitu suasa berbaris anak paud. Meriah sekali. Lalu, setelah 5 menit berbaris, lalu masuklah semua guru dan anak-anak menuju kelas masing-masing. 
Suasana masuk kelas masih tetap sama dengan RKH (Rencana Kegiatan Harian) untuk pembuka kelas, Suasana anak-anak menyanyikan lagu Good Morning Everyone!, bershalawat, mengagungkan asmaul husna, dzikir pagi bersama, hingga melantunkan beberapa surat hafalan anak-anak. Maa Sya Allah. Indahnya sebuah pengabdian.
 Namun waktu sekarang sudah berjalan hampir 45 menit, waktunya pengajaran ke inti.
"Anak-anak, ibu nia mau bercerita nihh. Coba tebak bu nia mau cerita tentang apa coba...!" kata bu nia menyeru pada semua anak-anak di kelas.
Lalu anak-anak menjawab dengan teriakan seperti khas-nya anak tk kelas A.
"Ibu aku tau,!" seseorang mengacung. Oh itu Dena si imut. "Ibu mau cerita si kancil dan anak nakal kan!" katanya. 
Bu nia langsung tertawa so manis gitu, "ah!?.. hhahaha". Lalu anak-anak lain pun ikut menertawakan ucapan Dena. "ahahahaha hahaha!" tertawalah anak-anak yang lain.
"Dena, ih kamu mah suka bilang cerita Si Kancil sama Anak Nakal terus ih. !" ujar Baim agak ngenes. Ya sih, itulah yang membuat lucu. Setaip Ibu nia mau bercerita, Dena selalu mulai berprediksi, dan lagi-lagi prediksi Dena bercerita tentang Si Kancil dan Anak Nakal. Bu nia dan anak-anak lainnya sudah mengira ah mungkin Dena menyukai cerita itu.
"ya biarin atuh,!" balas Dena sewot. "Kamu mah suka nakal gitu..!" polosnya dena menyambungkan.
Baiklah semua sudah saling tertawa, riang dan gembira. Semua anak sudah bersiap, ibu nia mulai menarik nafas. Hhuft!
"seperti biasa yah, bu nia akan bercerita sampai beres. Teman-teman semua mendengarkan dulu sampai beres yah... habis itu kalau cerita bu nia sudah selesai baru teman-teman boleh bertanya, boleh ngasih pendapat soal cerita ibu nia. iya siap?" seru bu nia
"Siapppp.....!!!" jawab anak-anak berbarengan.
 Bu nia kemudian memulai ceritanya.
  "Ini cerita tentang seorang kakak laki-laki, umurnya kira-kira masih 7 tahun.  Dia seorang kakak yang Sholeh sekali nih teman-teman. Namanya Rayyan. Biasa orang memanggilnya Kak Ray. Dia anak yang cerdas, pintar dan seorang pekerja keras meski pun dia masih berumur 7 tahun. Di umurnya yang masih 7 tahun, ray sudah pandai berdagang. Dia menjual macam-macam gorengan. Nahh, biasanya ibu-ibu kan yang jualan gorengan. Ini malah rayyan, ya seorang anak laki-laki. Tapi ibunya yang membuat gorengan itu, namun karena ibunya yang sakit-sakitan, terpaksa rayyan jadinya yang menjualkan semua gorengan buatan ibunya itu sambil keliling desa dan perkampungan terdekat. Wah hebat yah.. rajin dia..
   Dengan penuh kesabaran, sehabis pulang sekolah rayyan berjualan keliling desa. Semua orang mengacungkan jempol buat rayyan. Terdengar "Rayyan kamu anak manis, baik hati juga!" seorang ibu pembeli gorengan berkata begitu. Rayyan semakin bersemangat berjualan. Semakin hari, setiap hari terus begitu sepulang sekolah. Kalau sudah habis barang dagangannya - gorengannya, rayyan akan pulang lagi ke rumah, jika masih ada gorengan di rumah, rayyan akan berangkat lagi menjual gorengannya hingga sore. Waduhh.. hebat yah teman-teman.
  Lalu seorang teman sekolahnya bernama Ilham tiba-tiba ngatain miskin sama rayyan sewaktu di sekolah. Saat itu rayyan sedang sekolah. "rayyan kamu suka jualan gorengan. kamu miskin yah! hahaha!" begitu suara temannya berkata. Aduhh kasihan yang rayyan yang sholeh dan baik hati suka menolong ibu malah di katain temannya di sekolah. Ya meskipun memang rayyan orang miskin. Baiknya kita tidak boleh menghina, iya yah teman?. Mendengar perkataan ilham, rayyan cuman berkata "ya saya memang miskin ilham, kamu benar! saya tidak punya apa-apa!" jawab rayyan. Sedih ya rayyan bilang gitu teman.
  Ah, kemudian Rayyan tumbuh menjadi orang dewasa. Umurnya saat itu adalah sekitar 20 tahun. Rayyan walaupun tidak sekolah tahfidz Qur'an, ternyata rayyan berhasil meng-hafidzkan 10 juz Al-Qur'an sendiri di rumah. Ya dibantu dengan ustadz di pengajian dekat rumahnya. Wahhh Maa Sya Allah ya teman-teman. Teman-teman mau kan jadi hafidz Qur'an..! (anak-anak menjawab serntak, mau...!). Tapi, ilham juga sama jadi orang dewasa. Umurnya berarti sama dengan Rayyan saat itu, 20 tahun. Hmm... Ilham mengetahui kabar dari orang lain katanya bahwa rayyan sudah hafidz beberapa juz Al-Qu'an. Ilham tidak percaya, tidak mungkin katanya.
  Kemudian Ilham tidak mau kalah saing dengan Rayyan. Ilham selalu saja iri pada Rayyan, karena sejak kecil rayyan selalu di beri pujian sama orang lain, sama tetangga di rumahnya, sama guru-guru di sekolah. Ah pokonya Ilham benar-benar ngambek. Ilham lalu ikutan sekolah Tahfidz, niatnya karena ingin menjadi hafidz Qur'an juga seperti rayyan. Lalu Hafidzlah Ilham juga. Ilham hafidz Qur'an 15 juz, melebihi jumlah hafalan juz-nya rayyan. Wah, kemudian Ilham masuk Tv, terkenal dan populer. Sementara Rayyan masih biasa saja, seorang hafidz biasa/ tidak terkenal. 
  Suatu waktu, Rayyan pergi ke warung dekat rumahnya. Saat sudah besar rayyan sudah tidak berjualan lagi gorengan yah. Tapi saat itu dia benar-benar hanya anak kuliahan biasa, yang baru mendapatkan beasiswa masuk sekolah tinggi negeri. Wahh hebat yah teman. Ya, karena memang Rayyan anak yang pintar sejak kecil. Lalu, rayyan mendengar selintingan dua orang ibu yang sedang membicarakan ilham, "ilham sekarang sombong yah. Dulu dia anak ingusan!" (anak-anak di kelas tertawa mendengar ingusan. Hhha dasar). Ibu-ibu itu juga menilai Ilham jadi seperti berlebihan dalam ibadah, sombong. Dan suka menyombongkan dirinya kalau sedang berkumpul bersama teman-teman kecilnya dirumah. Berarti teman-teman ilham yang berkata ilham sudah sombong dan sering riya yah. Hmm.. Lalu semua orang tidak menyukai Ilham. Tapi berbeda dengan rayyan, dia tidak terkenal tapi dia banyak di sanjung teman. Hingga pada akhirnya dia mendapat beasiswa S2 di sekolah tinggi di Cairo mesir berkat dia sudah Hafidz Qur'an. Bahkan sudah sampai kholas(selesai) semua juz Al-Qur'an, ya! 30 Juz. Maa sya Allah. ternyata Rayyan diam-diam berhasil dan sukses yah. Ceritanya selesai.
  Nahh... jadi gimana menurut kalian teman-teman. Siapa yang mau ngasih pendapat soal cerita ibu nia?"
Kemudian seorang anak menjawab,
"bu aku suka sama rayyan, dia nggal sombong yah!", kata Baim lagi.
"Bu nia, aku mau jadi hafidz tapi nggak mau kayak ilham suka sombong!" tambah Rani.
"Bu nia, aku tau kalo orang sombong sama riya suka banyak dijauhin sama temennya.!" tutur Dena
"Bu nia, riya itu apa?" ujar syaikh bertanya. Ternyata ada yang belum tahu apa itu Riya. Padahal sudah pernah dijelaskan loh. Begitu menurut bu nia pikirnya dalam hati.
Bu nia lanjut menjelaskan Riya itu apa. Dan anak-anak kembali hening ingin memerhatikan.
"Riya itu adalah selalu ingin memperlihatkan amal kebaikan/kebaikan yang kita lakukan sama orang, supaya kita dapetin pujian dari orang lain. Biar bisa dikenal, dihormatin, dihargai dan lain-lain. Seperti itu anak-anak"  Jawab Bu Nia.
"Nah, Allah lebih menyukai seorang hamba ciptaan Allah (kita itu hamba yah teman-teman, orang yang diciptakan Allah) yang tidak suka riya. Yang tidak Riya kalo kita rajin solat di umbar ke orang lain, kalau kita sering ngaji, dilihatin ke orang lain sambil menyombongkan diri, kalau kita hafidz, di perlihatkan kepada orang lain. Masih mending kalau kita hafidz tapi kita seorang hafidz yang terkenal. Dan pekerjaan kita adalah membacakan ayat Al-Qur'an, itu bukan riya jadinya. Nah. teman-teman, jadilah anak-anak yang soleh. Tidak suka riya dan sombong. Kalau kita punya niat baik mengamalkan kebaikan niatnya tidak boleh karena ingin mendapat pujian dari orang lain. Tapi niatkan untuk ibadah, ini ibadah, dan ini untuk Allah subhanahu wa ta'ala. Alhamdulillah."
Semua anak akhirnya mengerti sambil beberapa yang masih melongo, dan lainnya mengangguk dan bergumam.
 

PUISI - Tentang Aku

Tentang Aku
Oleh. Nia kurniati


Hmmmh aku sedikit bergumam
Mengangguk..
Ohh begitu mudah ya manusia menceritakan tentang dirinya
Bagaimana memasang wajah lugu
Pandai berkata, kadang diam seribu bahasa
Pandainya manusia
Menyebut dirinya aku
Sesekali menyebutnya dengan penuh lirih hampir habis kata untuk bicara
tapi
sulitnya aku mengatakan bagaimana jika orang melihatku
menilaiku
busuk-kah
hina-kah
Bila ia.. ternyata aku sangat bodoh menceritakan diri
padahal
saksi mata orang berkata "ah itu bukan kamu!"
seraya yang lain berkata "stop memanipulasi!"
memanipulasi
hahahaha
narasi apa ini
seperti kantong kosong nyaring bunyinya
aduhai
aku
tentang aku
diam seribu bahasa
mengalah hilang segala analogi
susahnya bicara aku

Kisah Seekor keledai dengan seorang anak dan ayahnya

Kisah  Seekor Keledai Dengan Seorang Anak dan Ayahnya

Oleh. Nia Kurniati

 

Nah lho.. siapa yang suka ngomongin orang... ?

Udah biasa sih buat manusia nge-ghibah atau ngomongin kejelekan orang. Tapi, Pertanyaannya apa yang akan kamu lakukan jika kamu ada pada posisi orang yang di- ghibah-in. Nah, sebelum ke inti, yuk lihat dulu video kisah Seekor keledai dengan seorang anak dan ayahnya.

 

  Kalau nggak, cari sendiri ya di youtube udah banyak kisahnya, banyak versinya.

Yaps, sudah dilihat kan video-nya. Ini adalah versi dongeng untuk anak secara global ya. Padahal ternyata, kisah ini di ambil dari kisah islami, tentang seorang manusia biasa, hamba Allah yang bukan golongan Nabi dan Rasul, tapi mereka sudah hidup di jaman nabi serta kisahnya ini sudah mahsyur (populer) dan ternyata seorang ayah yang disebutkan pada cerita itu sudah Allah abadikan dalam Al-Qur'an. Maa Sya Allah. Ya, beberapa ulama ada yang mengatakan dia adalah Luqman Al Hakim, adapula yang mengatakan itu adalah Luqman bin Sarad. Namun dari beberapa pendapat para ulama, lebih dari itu Allah azza wa Jalla telah mengangkat Luqman Al Hakim dengan hikmahnya. Maka disebutlah ia sebagai Ahlul Hikmah. Nah, yuk kita perhatikan firman Allah di bawah ini yang artinya;

Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya, :wahai anakku! Janganlah engkau menyekutukan Allah , sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kezaliman yang besar. QS. Luqman: 13

Pantas saja teman, ingat saya waktu jaman kuliah dulu yang mengharuskan terus setoran juz Al-Qur'an dan surat-surat pilihan terdapat pula anjuran bagi kita untuk mengajarkan firman ini pada anak-anak. Jelasnya kira-kira sampai ayat 17. Ya begitulah. Seorang ayah pun bahkan berusaha mendidik anaknya agar mulai tidak mendengarkan apa kata orang lain.

Maka, sekalipun kita sudah sadar dan tahu bagaimana perilaku manusia pada umumnya, termasuk suka meng-ghibah, pada kenyataannya kita sebagai manusia harus menerimanya sebagai hikmah. Mengambilnya sebagai bahan untuk instrospeksi diri, muhasabah diri. Pada kisah ini, di akhir cerita pun pada akhirnya ayah si anak tersebut menyadari bahwa buat apa kita mendengarkan pembicaraan orang lain. Yang padahal apabila kita terus mendengar omongan dan perkataan mereka itu malah memberikan kerugian (keburukan) buat kita. Dalam kisah pada video di atas akhirnya keledai itu jatuh ke dalam sungai. 

Lelah rasanya jika terlalu cinta pada dunia. Mengejar segala aktifitas dunia hingga kita berusaha mendapat sekawanan untuk di ajak meng-ghibah aib orang lain. Rasanya meng-ghibah itu seperti termasuk bumbu yang pasti ada dan dimasukan ke dalam suatu makanan, arti lainnya pasti ada dalam kehidupan.

Teman, baik buruknya seseorang itu biar Allah Yang Maha Tahu. Kita tidak perlu so meng-hujat atau memperbesar-besarkan. Karena pada hakikatnya manusia adalah tempatnya salah dan dosa, sementara Allah Yang Maha Agung lah yang Maha Benar dan Maha Sempurna. Ya, kesempurnaan milik Allah.

Bayangkan setiap hari kita berangkat bekerja ke kantor, ke pasar, atau masih dalam keadaan bersekolah yang mengharuskan kita berangkat ke sekolah, lalu hadirlah sosok-sosok si penggunjing, peng-ghibah yang mereka pada dasarnya mempunyai alasan mengapa menjelekkan kita, membuka aib kita ke banyak teman dan orang lain jika tidak adanya kesenjangan sosial. Kesenjangan sosial kaya gimana sih? yaps, seperti iri, dengki, syirik, ah pokonya berawal karena ketidak-sukaannya kepada kita. Coba hitung setiap hari di gunjing orang, meskipun dada kita sakit, telinga kita kebisingan, rasa-rasa mau nangis atau bahkan sampailah kita menangis, tenang teman disitulah setiap harinya pahala mereka yang menggunjing berpindah kepada kita. Jawaban yang dibutuhkan pada pertanyaan paling atas itu bagi kita adalah IKHLAS dan SABAR

Jika bukan Allah yang mengatur segala Qadha dan Qadhar, membuat kita merasakan pahit manisnya bersosial semua itu karena Allah akan meninggikan derajat manusia, terutama yang Ikhlas dan Bersabar. Padahal jika kita menyadari pada urat nadi setiap manusia, pada darah yang mengalir dalam jiwanya disitulah tempat dosa-dosa yang bersemayam, membeku dan mengalir. Cukup bagi seseorang yang tidak punya 'Ain dalam dirinya. Maka hatinya, darahnya tidak akan kotor terkena tinta maksiat, diantaranya meng-ghibah. Naudzubillah.

Yuk teman, biarkanlah angin kencang lewat depan rumah kita. Sampai mereka letih untuk berkata. Siapalah diri, jika diri hanyalah milik Allah, akan kembali pada Allah. Akan diperhitungkan segala amalan dan perbuatan. Untuk apa saling membuka aib, jika tak mau bercermin pun kita sudah sadari bahwa diri sendiri pun punya aib. 

Semoga tulisan ini menggugah kita, ada kalanya keburukan orang yang kita tahu biarlah kita simpan dalam diri, bukan malah memperbesar-besarkan keburukan orang lain yang malah mendatangkan dosa baru hingga meluas jadinya. Biarkan Allah dan dia yang tahu. Biar Allah saja yang atur keburukan seseorang itu, apakah akan diberi hidayah atau tidak. Cukup kita  mendoakan kebaikan. Jika tidak bisa mendoakan cukup dengan diam. Berhusnudzan pada Allah swt, dan berhusnudzanlah pada setiap manusia. Alhamdulillah.

Barakallah. Semoga tulisannya bermanfaat, amiinn ya ukhti dan akhi semua. 

Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarakatuh.

Par 2. Kutip. diary hikmah, 2018

                 

PUISI - Hening

Hening
Oleh. Nia Kurniati

Wangi rindu terasa di kamarku
Udara dan sesekali bau asap juga masuk lewat lubang jendela
Terasa begitu dingin
Ah.. apa ini yang merasukiku
Waktu pada jam dinding masih terlihat jelas berdetak di mataku
Urat nadi pun juga masih sama
Apa ini bukan waktu sebenarnya
Tidak,
Kain di lenganku menyapu bersih air yang terus membasahi
Wajah juga tak bisa membohongi
Adakah salam darinya yang masuk lewat pintu?
Apakah besok akan datang?
Apakah iya?
Satu saja salam yang hangat mengubah dingin kala hening
Membuka pintu, memberi selimut, senyum dan pembuktian
Bukan sekedar ada untuk tiada
Ada untuk sama-sama pergi kesana
Tahukan kamu wahai hening
Jauh dari sini, dari waktu sedang berdetak ini
Aku sulit membuka mata hanya untuk sebuah waktu
Manusia yang wajar
Begitu kata orang
Tidak asal untuk membuka jendela kala hening tiba
Andaikan waktu itu cepat melesat
Mampirlah dulu
Untuk bersiap
Menuju telaga disana
Hening

Kalimat Sejuk Oleh Nia Kurniati

Kalimat Sejuk Selamat datang wahai hati yang sudah lama tak bertemu Apa kabarmu? Engkau terlihat baik-baik saja Aku baru tahu ...