Thursday, December 27, 2018

WHY IT HAPPEND : Hikmah di Balik Setiap Bencana



مَآ أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ۬ فِى ٱلۡأَرۡضِ وَلَا فِىٓ أَنفُسِكُمۡ إِلَّا فِى ڪِتَـٰبٍ۬ مِّن قَبۡلِ أَن نَّبۡرَأَهَآ‌ۚ إِنَّ ذَٲلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرٌ۬


" Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan [tidak pula] pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab [Lauh Mahfuzh] sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah "
QS. Al Hadid : 22
Segala sesuatu yang ada dan terjadi di muka bumi ini semua sudah Allah SWT atur lebih dulu di lauh mahfudz. Bencana, kematian, kehilangan, perpisahaan hingga pertemuan semua sudah di atur oleh Sang Maha Kuasa. Manusia bisa menjaga, namun Allah Maha kuasa. Tidak dapat menawar untuk di majukan atau di mundurkan. Tidak dapat menolak atau menahan, kecuali berpasrah pada-Nya.
Dunia hanya sementara. Manusia dan seluruh makhluk tidak ada yang kekal Abadi kecuali Allah ta'ala. Allah yang menciptakan langit dan bumi beserta segala isinya yang tak dapat dihitung oleh jari. Dan segala yang dicipta-Nya akan kembali pada-Nya. Pemilik yang sebenarnya.

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهَ رَاجِعُوْنَ
"Sesungguhnya kita milik Allah, dan kepada-Nya kita kembali."
  
Musibah pasti ada. Maka, sepatutnya kita menyadari hakikat diri bahwa kita ada Pemiliknya. Bahwa kita akan kembali pada-Nya. Ber-muhasabah atas segala dosa dan kekhilafan. Sepanjang kita bernafas, tidak mungkin tidak pernah melakukan dosa sama sekali. Karena kita bukan malaikat yang selalu benar dan setia, kita memiliki nafsu yang terkadang membuat kita tenggelam dan hanyut karenanya. 


Why It Happend?

Beberapa hari yang lalu, Indonesia lagi-lagi berduka setelah terjadi lagi bencana Gempa dan Tsunami yang berakibat menewaskan banyak korban jiwa. Dan kali ini terjadi di Tanjung Lesung Banteng dan Lampung. Jika kita sadari, inilah tanda kebesaran Allah. Mampukan manusia yang membuat air naik ke permukaan lalu membuat Tsunami? tidak. Maka, inilah Dia. Ya, Kuasa Allah Ta'ala. 
Allah tidak sembarang menghadirkan suatu bencana kepada kita. Allah juga tidak semata-mata menaikkan air laut ke permukaan atas Izin-Nya hanya sekedar untuk menenggelamkan manusia. Tetapi karena Allah memiliki alasan. Tidak akan suatu perkara terjadi jika tidak ada penyebabnya. Tidak mungkin juga manusia akan belajar jika bukan dari pengalaman. Namun pertanyaannya, apakah manusia sudah tesadar?
Why It Happend? Rasanya sedih setelah banyak melihat kejadian-kejadian di balik Bencana. Bahkan setelah melihat seorang korban yang ditinggalkan sahabat-sahabat dan isterinya sekaligus di hari yang sama. Musibah yang tidak pernah di nanti. Musibah yang tidak pernah di tunggu. Terjadi begitu saja. Begitu tiba-tiba.
Perasaan itu benar tidak dapat di gambarkan begitu saja lewat sebuah tulisan. Kadang tidak dapat langsung terungkap jelas oleh kata-kata. Cukup pribadi yang dapat merasakan sebegitu detail-nya. Kita yang hanya menyaksikan hanya dapat merasakan sebagian rasa sedih dan simpati terhadap korban bencana. Begitu cepat musibah datang dengan tanpa mengucap salam atau memberi pertanda. Tidak ada yang tidak mungkin pada Allah SWT. Allahu Akbar.
Musibah merupakan suatu hal yang tidak diinginkan setiap orang. Tidak ada satu orang pun yang ingin merasakan penderitaan mengalami musibah dan berlarut-larut di dalam kesedihan. Kehidupan yang di harapkan malah tidak seperti yang dibayangkan. Padahal, tetiap manusia pasti ingin merasa aman dan terhindar dari segala marabahaya. Namun, segala apa yang terjadi tetap misteri dan hanya Allah yang Maha Mengetahui.
Tidak dipungkiri, musibah dan bencana akan selalu menyisakan kesedihan dan kepedihan. Betapa tidak, sekian orang yang dicinta kini telah tiada. Harta benda musnah tak tersisa. Segala harapan sekejap harus musnah begitu saja. Sejumlah rencana harus pupus tak lagi berguna.


Hikmah di Balik Musibah Bencana

Selama ini kita merasa sudah benar. Benar dalam segala hal. Bisa jadi pula, kita merasa tidak ada apa-apa dengan segala perbuatan yang kita lakukan. Tanpa menimbang kembali apakah itu benar ataukah salah.  Ataukah mungkin iya salah, namun kita terlambat dalam menyadari dan berubah. Rupanya kita banyak melakukan kesalahan. Terkadang kita lupa bahwa kita akan mati. Juga, terkadang kita hanya sekedar meyakini bahwa kita tidak memiliki dosa se-berat dosa yang dimiliki orang lain. Padahal, bisa saja dosa kita malah jauh lebih banyak dari orang lain yang dituju.
Barangkali kita hanya bisa menyalahkan banyak orang tanpa berkaca ke dalam diri. Bisa pula karena kita terlalu meremehkan orang lain, padahal kita pun tidak memiliki banyak kelebihan. Mungkin juga kita terlalu sombong dan angkuh tinggal di dunia yang fana ini. Atau mungkin karena kita yang hanya tahu syariat, namun enggan mengikutinya. Serta, mungkin karena kita kurang perduli dengan adanya hukuman terhadap kesalahan yang dilakukan, sehingga kita sering menunda-nunda dalam melakukan kebaikan. Ya, bisa saja. Astaghfirullahaladziim.
Musibah adalah peringatan. Peringatan untuk sadar dan bergegas dalam melakukan kebaikan. Bertaubat dari segala keburukan dan kemunkaran. Karena, musibah adalah pengingat bagi setiap yang berpikir. Dan jangan menganggap kita akan aman. Karena Allah selalu ada mengikuti kita. Semua apa yang dilakukan, Allah melihanya. 
Hikmahnya adalah untuk kembali mengingatkan diri agar terus mengingat Allah, agar semakin meningkatkan keimanan dan kecintaan kepada Allah. Ber-Istirja' pada Allah, bahwa kita adalah milik-Nya dan akan kembali kepada-Nya. 

“Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.” 
(Al-Hadid: 22-23)

Bersabar dalam Menerima Cobaan

Bersabar dalam menghadapi segala ketetapan Allah. Kehilangan anggota keluarga ataupun sahabat merupakan suatu kepedihan yang mendalam. Betapa Allah memiliki cara tersendiri bagaimana mengangkat derajat seorang hamba. Akan tetapi setiap ujian tidak melulu karena Allah akan meninggikan derajat suatu hamba, namun bisa jadi juga datang sebagai suatu hukuman atas segala dosa. Ber-istighfar dan bersabar dalam menghadapi segala ujian. Allah Maha Penyayang. Apapun yang terjadi jelas karena Allah begitu menyayangi hambanya.
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُوْنَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” 
(Az-Zumar: 10)

 Selain itu, Allah juga berfirman dalam surat di bawah ini: 

مَا مِنْ مُسْلِمٍ تُصِيْبُهُ مُصِيْبَةٌ فَيَقُوْلُ مَا أَمَرَهُ اللهُ: إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيْبَتِي وَاخْلُفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا؛ إِلاَّ أَخْلَفَ اللهُ لَهُ خَيْرًا مِنْهَا


 Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan: ‘Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.’ Mereka itulah yang mendapat keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Rabb mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Al-Baqarah: 155-157)


Kematian Itu Pasti

Semua yang diciptakan Allah tidaklah sia-sia, mengandung maksud dan tujuan, bahkan kematian. Kematian manusia hanyalah sebuah bentuk proses peralihan alam, di mana manusia masih akan tetap ada namun pada tingkatan alam yang berbeda.

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada kami kamu dikembalikan”. (QS. Al Ankabut: 57)

Kematian adalah suatu kepastian yang akan  dialami oleh setiap orang. Kematian merupakan proses kembalinya kita kepada sang pemilik sebenarnya. 
Dan kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan kepada Allah-lah kembali (semua makhluk).” Qs. An-Nur: 42, dan Qs. Fathir [35]: 18

Semoga dari setiap bencana kita dapat semakin belajar hakikat kehidupan sebenarnya. Bahwa sebaik-baik penghidupan adalah yang terukur jelas kemana arah tujuannya (Allah Ta'ala). Dan sebaik-baik waktu adalah yang bisa memanfaatkannya. Memperbanyak amal kebaikan sebagai bekal berpulang kepada-Nya. Bukan sekedar bersyahadat, namun juga berusaha taat menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala apa yang dilarang oleh-Nya.



-/-


Kutipan Ayat :
hidayahtamah.blogspot.com
www.darut-taqrib.org

Friday, December 21, 2018

PUISI NIA : Ibu

Pelangi di Matamu

Apakah malam akan segera datang ?
Apakah kau ingat siapa yang terkesan di hatimu
Seorang yang dapat engkau tebak 
Wajah yang tergambar di pikiranmu
Sosok yang tahu bagaimana dirimu

Jika itu adalah pelangi
maka, itu ada padanya
Ku pikir kau akan sadar
bahwa keajaiban ada padanya
pelangi di segala suasana

ku kenali itu dengan perjuangan
ku kenali juga itu dengan pengorbanan
bahasa yang tidak berlebihan
melantun begitu saja
dia adalah simfoni yang paling merdu

ku kenali itu dengan sejuta cahaya
memberi kekuatan
memberi ketenangan
kasih sayang
ketulusan

kau tahu siapa dia?
kau tak tahu bagaimana perasaan seorang yang dekat dengannya
saat tak ada, kau akan benar-benar tersiksa
aku pernah
ku kenali dia dengan nama Ibu

kau tak usah ragu
ternyata ibu pemilik pelangi itu
kesekian kalinya
aku terpesona
dia yang membangunkan segala asa

tidakkah kau sadari?
manusia lugu ada adi hadapanmu
wajahnya tak sirna begitu memantul di matamu
dia hadir bersama kebesaran Tuhan-mu
Sosok yang ku tahu paling lembut

duhai cinta
jagalah ibu
ada pelangi di matamu bu!
ku tahu harus menjagamu
terima kasih bu,

Sunday, December 16, 2018

PUISI NIA : Angin

Angin

Pukul setengah lima
Di antara persinggahan pinggir kota
Mata basah dibanjiri derai air mata
Ah, jika saja..

Langit mulai berubah warna
Waktu tak mau berhenti mengganggu pikiran
Kemanakah perginya harapan ?
Mengapa terbang hilang begitu saja,

Sedang rindu semakin menganga
Hebatnya, hati sekuat tenaga menyembunyikan rasa
Pertemuan lalu perpisahan
Masih layakkah aku menyalakan harapan ?

Rahasia di antara daun berguguran
Memisahkan pertemuan mengikuti hembusan
Jika Ia ke selatan, maka Dia juga ke selatan
Jika utara, maka Dia akan menuju ke sana

Drama seorang gadis biasa
Bukankah kamu melihatku
Sedikit pening kepalaku
Bolehkan aku meminjam pundakmu ?

Ah ya, tidak
Kamu siapa ?
Bukan mahramku,
Siapa namamu ?

Tenang, sebentar lagi gelap
Jangan dulu pergi jauh
Aku masih ingin bicara padamu
Apakah kamu takdirku ?

Ah ya, tidak
Aku hanya bertanya dalam hati
Sekiranya nanti angin tiba
Cepatlah bangun dan sadarlah

Friday, December 14, 2018

Mewariskan Ilmu Pengetahuan Agama, Nilai dan Moral Melalui Mengajar Anak Usia Dini

Fitrah hidup manusia dalam kehidupan seharusnya adalah Belajar. Belajar untuk mendapatkan ilmu agar bermanfaat bagi masa depan kelak. Jika manusia tidak mendapatkan ilmu tentu sangat jelas bahwa tidak mungkin masa depan dapat lebih terjamin. Paling tidak agar bisa membaca beberapa kata, atau memahami ucapan dan perkataan orang lain. Begitulah ilmu secara kegunaannya. Yakni Didapat agar Allah meninggikan derajat orang yang senantiasa menambah dan mengamalkannya. 
Namun selain kita belajar, setelah ilmu yang sudah didapat apakah hanya disimpan saja sendirian? Apakah tidak perlu lagi kita mewariskan ilmu kepada generasi setelah kita. Apakah hanya sebatas diri kita yang berhak mendapatkan ilmu? 
Jelas tidak. Ilmu berhak pada siapa saja. Jika kita sudah mendapatinya, maka generasi setelah kita juga berhak mendapatkan ilmu juga. Kehidupan jadinya seperti saling bergantung satu sama lain, sebab ilmu sejatinya adalah agar dapat diaplikasikan di dunia yang nyata. Sebab ilmu tidak hadir begitu saja hanya karena orang ingin tahu suatu ilmu, tapi agar dapat dipakai dan diamalkan di kehidupan sebenarnya. 


Ini merupakan catatan suatu pendapat pribadi setelah saya menjadi pengajar Anak Usia Dini (AUD). Pertama, saya tidak akan bertutur sangat panjang. Kedua, saya akan berbagi pendapat lebih singkat lagi. Baiklah.

Ilmu itu apa menurutmu?
Ilmu itu tidak hanya tentang kamu tahu jawaban 1 ditambah 1 sama dengan 2. Bukan juga tentang kamu bisa membaca "Ini Rumah Budi". Atau lagi, bukan juga tentang tahu apa itu ABCDEF... dan lain-lainnya. Itu adalah bagian dari ilmu. Tapi ilmu yang sebenarnya adalah yang membuat kamu yakin atas apa yang sudah tercipta di Muka Bumi ini adalah benar bahwa semuanya telah terukur, tertata, terkonsep dari Yang Maha Esa. Allah Ta'ala.

Maksudnya?
Coba saya akan bertanya, sejak kapan 1 ditambah 1 sama dengan 2 ?
Lalu saya akan bertanya, sejak kapan kata "Banyak", "Sedikit", "Luas", "Lebar", "Tinggi", "Hitam", "Putih" dan sebagainya?
Nah, di jaman Nabi Adam as ilmu itu sudah dipakai. Dan ilmu itu yang pertama dikenal ketika itu adalah bagaimana cara memotong sesuatu. Harus menggunakan alat atau benda apakah? karena pada saat itu belum ada pisau dan alat tajam lainnya. Ya, ketika di jamannya Nabi Adam as tersebut, alat pemotong yang digunakan adalah Batu. Itu membuktikan bahwa ilmu telah ada semasa dulu.

Mengapa Manusia Bisa Berilmu?
Ya, karena manusia memiliki akal dan pikiran. Tidak akan suatu hal yang dianggap masalah dapat terpecah jika tidak diatasi dengan ilmu. Dan sebelum ilmu itu dipakai, maka manusia akan berpikir terlebih dahulu. Maa Syaa Allah, Allah Subhanahu Wata'ala telah menciptakan kita begitu sempurna. Karena diberi kelebihan dapat berpikir dan mempunyai akal untuk mengerti dan memahami suatu ilmu.

Apa itu Ilmu ?
Menurut saya, Ilmu adalah suatu pengertian dimana manusia musti menggunakan akal dan pikirannya untuk dapat memahami apa yang dimaksudkan dalam suatu hal tertentu. Pemahaman yang didapatkan itu merupakan pengetahuan. Pengetahuan dapat membentuk karakter manusia. Juga dapat menjadikan manusia berada pada barisan tertentu sesuai dengan tingkat pengetahuannya. Nah begitulah pendapat saya tentang ilmu.

Bagaimana menurut Anak Usia Dini?
Anak Usia Dini adalah anak-anak yang pada masanya tidak mengerti apa itu masalah apalagi apa itu ilmu. Mereka kenali kata "ilmu" itu ya dengan Bersekolah. Supaya Pintar, itu juga kata mama. Hehe.
Nah tapi, si anak punya pendapat lain tentang kenapa dia bersekolah. Tahu dong pastinya kita. Yups, katanya agar mereka bisa bermain dengan teman-teman. Jadi, makna angka 1, 2, 3 dan seterusnya hanya seperti sebuah kode dalam permainan. Saat anak tahu kode itu dengan baik, maka mereka dapat menyebutkannya dengan sempurna. Dan ketika mereka menguasai angka-angka itu, maka mereka dapat menggunakannya dalam suatu permainan. Misalnya dengan petak umpet. Mereka harus berhitung terlebih dahulu. Jika salah berhitung, yang ada mereka akan ditertawai dan bukan lagi seperti kita yang bisa langsung menghadapinya. Tapi si anak hanya bisa menangis, rasanya seperti di Bully. Begitulah bagi anak. Jadi, mengenal angka 1,2,3 dan seterusnya itu adalah kodenya. Begitu juga pada huruf A, B, C, D....
Menjadi seorang guru Anak Usia Dini adalah suatu hal yang sangat menyenangkan. Kita akan banyak menemukan tingkah anak yang berbeda-beda. Selain lucu dan menggemaskan, kalimat dan bahasa anak terkadang menjadi suatu perhatian para guru. Dan cara bicara anak itu adalah suatu ke khas-an bagaimana seorang guru mengenal tentang anak itu.
Saat kita mengawasi segala gerak gerik anak, menilai segala perkembangannya, dan mengetahui apa suatu permasalahan  yang ada padanya,  terkadang menjadi cerminan juga pada guru itu sendiri. Oh dia begitu karena orang tuanya yang kasar atau keras. Dan, mungkin saya begini juga karena didikan dari kedua orang tua saya. Itulah keunggulan menjadi seorang guru, kita dapat menilai anak, tapi kita juga dapat berkaca pada diri sendiri juga.
Ilmu yang paling penting setelah saya menjadi seorang guru AUD ternyata bukan soal mengenal angka 1, 2, 3 dan seterusnya. Juga bukan huruf, membaca kata, berdongeng, dan sebaginya. Tetapi yang paling penting itu adalah ilmu mengenai pemahaman agama dan nilai moral. Pintar tidak cukup jika dia tidak beragama, maksudnya jika tidak berakhlak baik. Apa juga artinya berprestasi jika dia tidak memiliki nilai dan moral. Padahal nilai dan moral merupakan suatu hal yang harus ada pada setiap orang. Ini betul-betul menjadi suatu pertimbangan. Makan dari itu, pemahaman agama, nilai dan moral  harus diterapkan dan diajarkan sejak dini pada anak. Dan mewariskan ilmu agama, nilai dan moral adalah suatu tantangan terbesar seorang guru. Kenapa? karena sebelum mewariskan kepada anak, maka guru harus lebih dulu mengamalkan nilai dan moral serta memiliki paling tidak pemahaman tentang keagamaan yang mendasar. contohnya, sebelum memberitahu anak dilarang makan sambil berdiri, maka guru harus terlebih dulu taat pada perintah itu. Guru harus sudah terbiasa juga untuk tidak makan sambil berdiri. Dan banyak contoh lainnya.
Maka, ilmu agama adalah suatu indikator terpenting bagi anak yang kadang orang tua melupakan hal tersebut. Bahkan kebanyakan orang tua memporsir anaknya agar menjadi juara kelas, agar pintar tanpa memikirkan bagiamana tentang pekembangan agamanya, bagaimana sikapnya di sekolah. Tentang adab, tentang moral, tentang nilai-nilai. Padahal agama itu memasuki seluruh aspek dalam kehidupan kita. Awan tidak jatuh karena ada yang mengaturnya. Yaitu Allah. Tanaman semua dapat tumbuh itu juga karena Allah yang mengaturnya.  Allah Maha Kuasa, sementara kita hanyalah debu di antara rak buku. Kita begitu kecil. Mudah terhempas angin begitu saja.
Ilmu yang paling tepat diterapkan bukan ilmu duniawi saja, tapi harus seimbang juga dengan ilmu akhiratnya. Karena hakikat manusia adalah untuk mati dan hidup. Bukan hidup mati. Mengenalkan pada anak, bahwa setiap apapun yang ada di muka bumi ada yang menciptakannya. Air mengalir, angin berhembus, gunung dapat berdiri tegak sempurna membentuk segi tiga, juga pelangi begitu indah warnanya, ada pula suara-suara hewan yang saling berbeda-beda berikut jenisnya, dan semuanya... ada yang mengaturnya. Ada yang menjaminnya. Maka mewariskan ilmu agama adalah indikator membangun karakter anak dimas depan kelak. Dengan ilmu agama dapat menuntun seseorang ada dalam posisi aman di masa depan. Dan bukan lagi dengan hitungan duniawi. Semoga bermanfaat,



-/-.

Sunday, September 16, 2018

Lautan Mimpi Kemarin Malam

Sulit ketika mengobati hati yang sudah rapuh. Tak lagi disirami air hujan selama beberapa bulan ini. Kemarau yang panjang terus menguji kesabaranku. Pagi menjadi bengitu sepi, walaupun kemacetan tak henti menyambutku beranjak pergi. Mata sudah membengkak, lagi-lagi karena menangis tadi malam. Bagaimana tidak, ini adalah masa dimana aku mendapat tekanan yang menghebohkan. 
Ini adalah hari pertama setelah aku patah hati karena gagal menikah dengan lelaki yang di damba. Lelaki yang soleh, yang sangat menyayangi ibunya. Aku pikir dia takdirku, ternyata merelakan adalah rencana dari-Nya. Aku coba untuk terus mengobati hatiku semenjak keluar dari rumah tadi. Meskipun kerinduan ini masih menghujam di dadaku. Ya, menikah dengan dia seorang laki-laki itu. Perjodohan ini, akhirnya memisahkan kami berdua. Parahnya, perjodohan aku dengan lelaki yang Bapak pilih sebenarnya tidak mau denganku juga. Dia membatalkan perjodohan ini secara sembunyi-sembunyi. Aku menilainya, ya ini dia Maha Besar Allah. Allah beri petunjuk, setelah aku memang beepikir untuk tidak akan menerimanya dikarenakan keraguan terus menyelimuti batinku. Dan, Allohu Akbar, sebelum aku beri jawaban pada laki-laki yang dipilih Bapak, rupanya dia duluan yang meminta untuk membatalkan karena dia pun tak tenang dan rasa beban jika harus menikah denganku perempuan yang tidak diinginkannya tuk jadi pendamping hidupnya. 
Allah Maha Adil, Allah Maha Tahu. Setiap laki-laki yanh Bapak jodohkan padaku pada akhirnya memperlihatkan keburukan-keburukannya. Ironisnya, Bapak tetap merasa benar. Bapak menilai mereka dari harta yang mereka sudah punya. Aku terus merasa tidak yakin, dan ternyata Allah juga membuka petunjuk-Nya. Tapi, Bapak terus menyalahi aku. Sampai kini, aku harus mengorbankan hati ku. Melepaskan lelaki yang baik, yang bisa membimbing perihal agamanya hanya karena egoisme bapak. Aku takkan menyalahkannya. Sebab aku percaya pada-Nya. Mungkin ini ketetapan darinya. Qadarullah wamaa sya-a Fa'ala.
Aku mendengar Bapak bersumpah, bahwa jika aku memilih lelaki itu maka aku harus menanti dulu kematian Bapak. Astaghfirullah. Mata ku mengeluarkan air mata, hatiku sakit, dan badanku bergetar mendengar semua yang bapak ucapkan daei lidahnya. Yang ku ingat saat itu, aku langsung pergi ke kamar dan menutup rapat pintu kamarku. Menguncinya agar tak ada Orang yang masuk ke dalam kamarku ini. Rabbi... Rabbi... Rabbi... Aku terus menyebut namanya. Aku beristighfar sambil menangis karena tak kuasa menahannya. Mengapa aku sesakit ini. Luka yang tadinya kecil malah semakin menganga. Amarah yang meluap-luap di dada pun tak bisa aku keluarkan. Bagaimana ini? Pikirku terus begitu. Pikiranku tidak bisa jernih, ku coba terus beristighfar, memohon ampun atas segala dosaku. Namun air mata tak juga berhenti dengan cepat. Aku terisak, sungguh kerinduan inj malah menjadi ujian buatku. Aku mengharap lindunganmu Ya Rabb. Jaga imanku. Aku terus berdoa begitu.

-bersambung-

Dua hari berlalu setelah kakakku memutuskan laki-laki yang ku pilih untuk pergi menyerah dalam memerjuangkanku. Dan aku sampai detik ini masih belum percaya pernah mengalami ujian sepahit ini. Apalagi sejak satu tahun ini aku memang terus ditimpa ujian, selain beberapa kali ditinggal nikah, bapa  terus sakit-sakitan dan terus meluapkan emosinya. Hingga terakhir kekacauan antar kakak pertamaku dengan bapak  meruak secara tiba-tiba. Begitu terus-terusan. Innalillahi. Aku masih setengah sadar sampai hari ini, masih mengira-ngira dan tak percaya krjadian beberapa hari yang lalu benar-benar menjadi final antara aku dan laki-laki yang ku pilih. Aku bisa menerima kekalahan ini, aku bisa menerima bapak menolak lelaki yang ku pilih tapi aku masih belum bisa terima alasan bapak menolaknya. Alasan bapak terlalu semu. Duniawi. Bapak menolaknya karen Dia belum layak dalam urusan ekonomi. Astaghfirullah. Aku sedih. Tadinya aku berpikir akan segera pergi mrncari kosan dan pergi dari rumah. Aku akan pergi untuk melupakan semua yang sudah terjadi dan aku ingin juga pergi dari bapak yang terus-terus menguji kesabaranku. Bayangkan selama setahun ini, dia masih belum juga sadar. Hingga kakakku punya masalah dengannya bapa juga mengira dirinya tak bersalah apa-apa. Aku cukup dengan Ogah mendengar apapun lagi dari mulut bapak. Aku ]ngin benar-benar lupa.
Dan kali ini, sore ini aku sedang duduk di masjid kampus sambil membuat tulisan ini. Aku tetap tidak ]ng]n kelewatan batas. Aku tak mau terus Membenci bapak, sekali pun aku memang kecewa padanya.

-bersambung-

Ketika Cinta Berakhir Luka


Tragis benar kisah Cinta Romeo dan Juliet. Juga seperti jalan cinta Qays si Majnun dan Layla. Pilu, sepilu kisah cinta Samsul Bahri dan Siti Nurbaya. Cinta yang sedang mengangkasa itu, harus turut jatuh berguguran ke dasar bumi. Seperti daun di musim semi, berguguran dan tersisa hanya ranting dan Pohon yang masih berdiri.
Cinta memang tidak bisa di tebak. Akan kemana ending-nya nanti. Hanya saja, manusia musti siap menerima segala ketetapan Allah Yang Maha Kuasa. Bukankah Cinta-Nya Maha Luas?
Perpisahan memang selalu ada dalam kehidupan. Entah dengan berpisah dengan apapun dan siapa saja, yang jelas itu merupakan Qadar yang pasti ada. Seperti cinta Romeo dan Juliet. Cinta keduanya melangit dan mengangkasa. Selalu tumbuh, bermekaran di taman-taman cinta. Keduanya saling menyayangi, menjaga satu sama lain berusaha mencapai titik dimana Ikrar Suci pertanda kebahagiaan yang Hakiki. Namun, rasa sayang itu justru terasa perih menyiksa batin. Cinta yang meeka miliki harus kandas di tengah jalan, hanya karena keangkuhan keluarga terutama kedua orang tua. 
Ayah Romeo yaitu Tuan Montague ternyata adalah musuh bebuyutan dari Tuan Besar Capulet ayah dari Juliet. Kerinduan dua insan yang akhirnya tidak dipertemukan dengan pernikahan. Terpisah begitu saja karena dendam kedua orang tua mereka. Sepertiair dan minyak yang tidak bisa bersatu. Seperti mimpi buruk di siang bolong. Seperti terbangun dan terjatuh ke dalam jurang yang dalam. Cerita cinta yang harus kandas bermula dari suatu rasa yang indah.
Cinta memang selalu begitu, Memiliki 2 sisi kemungkinan. Apakah cinta yang tumbuh itu akan mendatangkan kebahagiaan atau cinta itu tumbuh menghadirkan kesengsaraan. Apakah cinta itu akan menimbulkan suka, atau akan mendatangkan luka. Apakah cinta itu akan menjadi sumber kekuatan, atau menjadi sumber kelemahan. Ya, betul. Cinta tak bisa di tebak. Jodoh tetaplah Misteri. Seberapa kuat kitamenjaga cinta, membagus-baguskan cinta ke seluruh dunia jika tidak berjodoh maka takkan jua bersatu. Yang tertinggal hanyalah kenangan yang akan ditutupi debu. Menebal, sampai takkan lagi terlihat apa-apa kecuali setitik dari kisah masa lalu.
Hati memang tidak bisa dibohongi. Berharap cinta menjadi suci, namun bukan terjadi tetapi malah berakhir luka yang menyisakkan dada. Patah hati jadinya. Beda lagi dengan kisah cinta yang tidak direstui bukan karena permusuhan orang tua, tetapi karena melihat harta. Orang tua benar, mereka tidak salah. Mereka mempertimbangkan masa depan anak seperti orang tua pada umumnya. Tapi bagaimana dengan akhlak dan agama yang dimiliki calon menantu? jika menolak karena pertimbangan agama itu akan menjadi wajar bagi insan yang mengharapkan cinta dari seseorang yang mencintai Allah. Namun jika pertimbangan itu adalah persoalan dunia, apakah harus batal dan meluapkan emosi ke segala penghuni rumah. Mengena hingga ke seluruh keluarga. Sungguh, ironis. Menikah karena gengsi bukannya membuat sembuh hati yang keras seperti batu. Yang ada membuatnya menjadi semakin keras. Yang tinggal hanyalah memasrahkan pada Allah, agar membuka pintu hati siapa saja yang tertutupoleh keegoisan. Karena kebahagiaan yang sebenarnya tidak dapat diukur dengan harta melainkan dengan iman. 
Kalaupun harus patah. Biarkan patah dengan sendirinya. Kalaupun memang tidak bisa menyatu biarkan Allah yang akan menggantikan. Mencoba ikhlas, tegar dan sabar. Ketetapan Allah adalah yang terbaik bagi setiap hamba yang mengharap Cinta-Nya. Biarkan hidayah masuk ke dalam hati yang keras. Dan biarkan cinta dan sayang terbang ke langit, semoga sampai di syurga dan dipersatukan disana. Hemh, Jodoh pasti bertemu. InsyaAllah. 

---


Daftar Pustaka:
Syaichu, Ahmad Thabrani.2011. Dahsatnya Cinta. Dian Rakyat. Jakarta

Wednesday, September 12, 2018

Rindu Di Tengah Badai - oleh Nia Kurniati

Tuhanku,
Di pintu-Mu aku mengetuk
Aku tidak bisa berpaling
-Chairil Anwar-

Di samudera cinta, aku menunggumu
Dari setiap kerinduan yang setiap hari terus menguat
Yang semakin menguat mengangkasa
Tapi badai terus membesar hampir merubuhkan suatu tiang
Secara diam-diam aku berusaha membakar segala asaku
Tapi api tak mau membakarnya
Ku singkab ia di tungku
Ku tutup dengan kain atau kayu tapi tak jua membakarnya
Perjuangan sudah terlalu panjang
Di Istikhoroh-ku berharap segera tiba dirimu
Berharap takdir mempersatukan kita segera
Di tengah badai
Memang takkan pernah habis dengan penalaran
Tapi keyakinan pada Allah semakin menguat
Tak ada yang tak mungkin pada-Nya
Rindu ini akankah segera sampai?
Urusan terus datang silih berganti
Mata berurai air mata
Hati bergejolak memasrahkan pada-Nya
Rindu di tengah badai begitu menyiksakan
Seperti jarum menusuk yang melukai kulit
Kecil pun terasa sakit
Seperti duri yang menusuk kulit
Tergores, tak tentu dalam tapi menyayat
Rindu di penguhujung penantian
Di samudera cinta ini, ku menunggu
Rindu seorang hamba

Tupperware She Can - ELA NURLAELA SAHABAT ANAK JALANAN

"Cinta yang sejati itu fokusnya hanya memberi. Dia tidak berfokus pada balasan. Tulus, tulus dan tulus"
Ela Nurlaela - Pendiri Rumah Belajar Sahaja Ciroyom (ANJAL Ciroyom)

    Pendidikan merupakan suatu kebutuhan individu yang mesti didapatkan. Dengan pendidikan, setiap orang dapat bertambah keilmuannya dan sampai pada tingkat masa depan yang ingin dicapai. Setiap orang berhak mendapatkan pendidikan bagi kelangsungan masa depannya itu, karena dengan ilmu, Allah akan mengangkat derajat seorang hamba. Dan merupakan wajib pula bagi setiap insan. Seperti beberapa Hadis di bawah ini yang menunjuk pada kewajiban seorang manusia dalam mencari ilmu.

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَمُسْلِمَةٍ
Artinya : "Mencari Ilmu itu wajib bagi setiap muslim laki-laki maupun muslim perempuan." HR. Ibnu Abdil Barr

    Namun, pada jaman ini pendidikan menjadi mahal bagi setiap orang. Sudah beberapa kali dibuktikan pada media masa News di televisi bahwa hingga masuk ke sekolah negeri pun biayanya begitu mahal. Meskipun sekarang sudah aktif lagi dana Bos, atau sekolah gratis. Tapi tidak memberi pengaruh ternyata pada beberapa orang tua, sebab ada beberapa hal yang musti di bayar, seperti kelengkapan alat sekolah, buku penunjang dan lain-lainnya. Hingga beberapa kejadian berakhir dengan putus sekolah. Hal itu tidak lain juga berasal dari ketidak-mampuan orang tua dalam menyekolahkan.
     Sama pula dengan yang dirasakan oleh anak-anak jalanan di Ciroyom, Bandung. Dalam hati mereka pastinya ingin untuk sekolah, mencari ilmu hingga naik pada tingkat yang di inginkan. Jangankan untuk bersekolah, untuk makan pun mereka sangat kesulitan. Segala cara dilakukan untuk kelangsungan hidupnya. Termasuk dengan menjadi pengamen di pasar dan terminal ciroyom. Kehidupan yang sulit ini musti dirasakan dengan terpaksa, mau tidak mau kehidupan akan terus berjalan.

      Nah, pada hal ini saya akan me-Review ulang kisah Ela Nurlaela seorang pendiri Rumah Belajar Ciroyom untuk anak jalanan yang diberi nama RUBEL SAHAJA. Rubel itu sendiri adalah singkatan dari Rumah Belajar, sementara Sahaja berarti Sahabat Anak Jalanan. Saya pribadi mengenalnya begitu dekat. Sosok Ela Nurlaela adalah panutan bagi saya adiknya.
       Ela yang akrab di panggil Bunda ini adalah sosok yang lembut, perhatian dan begitu peka pada permasalahan Pendidikan. Jiwa sosial dalam dirinya begitu kuat, apalagi setelah melihat kehidupan anak-anak jalanan. Perhatian kepada anak-anak jalanan itu begitu sangat terasa semakin kuat saat Bunda masih berada di bangku kuliah. Untuk menyelesaikan Studi S1-nya, Bunda kemudian mengangkat kisah Anak Jalanan ini tugas KKN-nya. Ini sesuai dengan tema yang di ambil untuk tugas akhirnya. Bunda Ela sendiri merupakan Mahasiswi UPI dari jurusan Pendidikan Luar Biasa atau PLB.
      Mari kita simak bagaimana kisah bunda Ela yang sudah di angkat oleh Tupperware She Can Trans7.


      Setelah melihat bagaimana  Rubel Ciroyom, maka yang terlintas di pikiran kita adalah kehidupan anak jalanan yang sebenarnya. Dekat dengan preman dan juga hidup yang dibarengi oleh tekanan. Kesulitan ekonomi menghimpit mereka yang akhirnya harus menjadi anak jalanan. Tragisnya kita sering melihat mereka ngelem. Ternyata, ya selain mencari untuk makan, mereak juga mencari uang untuk bisa membeli lem. Memang tidak semua begitu, namun kebanyakan berakhir dengan me-ngelem ini. Jangankan untuk biaya sekolah, untuk makan pun kesusahan.
     Latar belakang Broken Home menjadi indeks rata-rata yang banyak menjadi alasan. Orang tua yang keras, hingga perceraian orang tua bahkan hingga ada yang mengalami trauma karena ayah membunuh ibunya dan pergi meninggalkan dia seorang. Sungguh, jika kita flashback sekali lagi. Mungkin ini akibat kehidupan yang jauh dari kata layak. 
     Dengan tanpa keraguan, bunda berusaha mendekati anak-anak jalanan. Berusaha menjadi sahabat bagi mereka. Berusaha menjadi tempat mereka mengadu atau ingin curhat oleh masalah kehidupan mereka. Dengan itu hadirlah Rubel Sahaja. Mekipun kehadirannya di ciroyom banyak ditentang oleh preman pasar, karena di anggap mengganggu pekerjaan anak-anak jalanan dalam mencari uang.  Padahal anak jalanan berhak mendapatkan pendidikan. Karena pendidikan sebetulnya tidak melihat status sosial. Pendidikan harus dipenuhi, paling tidak ilmu agama.

مَنْ أَرَا دَالدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِا لْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَالْاآخِرَةَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ
Artinya: ”Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa yang menghendaki kehidupan Akherat, maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa menghendaki keduanya maka wajib baginya memiliki ilmu”. (HR. Turmudzi)

      Hadis di atas dengan jelasnya menegaskan bahwa memiliki ilmu itu wajib. Karena ilmu dapat mengeluarkan diri dari kesulitan. Dapat mengeluarkan dari gelap menuju terang. Dan perjanjian Allah pada orang yang keuar untuk mencari ilmu adalah akan dinaikkan derajatnya di dunia maupun di akhirat.
 مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ بِهِ طَرِيْقًا إِلَى
الْجَنَّةِ
Artinya: "Barang siapa yang menempuh jalan untuk mencari suatu ilmu. Niscaya Allah memudahkannya ke jalan menuju surga”. (HR. Turmudzi)

       Semoga kisah inspiratif bunda ini dapat menjadi teladan bagi kita. Dengan tanpa membeda-bedakan status sosial, Karena Pendidikan berhak atas setiap orang.


-selesai-



Kutipan: Daarul Ilmi Cendikia

Sunday, July 22, 2018

PUISI NIA : Antara Dua Cinta

Rasulullah berdoa:
"Aku memohon kepada-Mu, kelezatan memandang wajah-Mu dan kerinduan bertemu dengan-Mu."
HR. Ahmad, No Hadits:17605 dan 20678


Duhai cinta.. memesonakan aku yang sedang kemarau
Berteduh, melipir sendiri menahan haus karena engkau
Sungguh aku lihat engkau berseberangan denganku
Kering juga wajahmu yang sedang menunggu
Lemah
Patah
Seolah yang tinggal hanyalah doa
Gelisah
Aku juga lihat seseorang disana
Bukan di ujung pandanganku
Engkau melihat dan tersenyum
Bukan aku 
Pun
Bunga mulai mekar
Dedaunan sepoy tbergoyang
Angin melambat lalu mengencang
Ahh.. dia melihatmu
Pelan sekali membawa rindu
Seperti takut air tumpah di tengah jalan
Jangan begitu
Engkau kemudian bicara
Dengan nada lirih dan cinta
Dia bertanya
Engkau juga bertanya
Bunga lalu layu lagi
Angin begitu besar rupanya
ahh bagai dua kutub yang berbeda
Tidak
Jangan lari
Ini belum hujan.. takut bila kemarau lagi
Pelan saja.. biar aku pikirkan ulang
Engkau jangan kemana ya..

ART OF DAKWAH : Ketika Netizen mengomentari Dakwah Seorang Ustadz Melalui Media Internet

Bismillah.
       
    Berbicara mengenai media internet, media sosial, atau media maya tentu sepenuhnya sudah kita sadari bahwa ini merupakan suatu tempat yang luas untuk mencari dan mendapatkan pengetahuan atau informasi. Bahkan kini, orang lain lebih malas membaca buku ketimbang seraching, browsing dan etc. di media internet ini. Selain untuk mencari informasi juga, terdapat  media sosial sebagai sarana  berekspresi. Baik itu menumpahkan segala emosi, maupun ingin berbagi suatu kebahagian serta posting perihal kebaikan (berdakwah).
    Sebetulnya terdapat beberapa resiko seseorang menggunakan media internet, dan media sosial terutama. Mengapa? karena ada dua sisi disini yang bermain. Sisi pertama adalah Golongan Pro, dan sisi kedua adalah Golongan yang Kontra. Ya, Pro dan Kontra, katakanlah golongan suka dan tidak. Ini ternyata bukan hanya ada di lingkungan sosial bermasyarakat nyata saja, namun juga ada pada media yang luas ini. Maka, tentu ini pun merupakan suatu hal yang serius. Dibutuhkan kewaspadaan dan kehati-hatian dalam menggunakan suatu media internet ini. 
      Kali ini saya akan bicara mengenai seni dalam berdakwah (Art Of Dakwah).Berdakwah tentu di butuhkan ilmu, karena yang akan mendengar dakwah itu sendiri pun sendirinya memerlukan ilmu,  maka dari itu mereka mencari suatu ilmu tersebut. Akan menjadi terasa kurang jika kita berdakwah namun tidak didasarkan ilmu. Jika tidak anda akan mendapat kritikan.
      Beberapa hari terakhir ini sedang viral salah satu ustad di Bandung yang akhirnya di kritik karena cara beliau menyampaikan dakwahnya. Tentu ini masuk ke ranah Seni dalam Berdakwah yah. Menyinggung hal itu, sebelum maju ke arah itu kembalikan dulu hati kita kepada Allah. Bahwa Allah lah Dzat Yang Maha Sempurna. Segala kesempurnaan hanyalah milik Allah. Hati kita serahkan dulu pada-Nya, Allah ta'ala. Maka, bicara soal ini dibutuhkan iman. 
    Saya tidak akan dulu bicara bagaimana detik Ustadz tersebut berdakwah yang mendatangkan komentar pedas dari si golongan kontra itu. Saya akan kembali lagi pada seni dalam berdakwah itu sendiri. Apakah kalian sudah paham bagaimana itu berdakwah, tentu ada seninya. Setiap ulama, asatiz/ ustad memiliki gaya dalam menyampaikan materi dakwah. Tidak bisa sama, karena karekter manusia pun berbeda-beda. Tingkat kepahaman orang juga berbeda-beda ya kan. Misal, kita mengikuti kajian ustadz A misalnya, lalu kita mendapati kenyamanan disana mendapatkan ilmunya. Kita mudah mengerti dan langsung klik hidayah, next hijrah. Berarti cocok kan. Berbeda jika mengikuti suatu kajian, misal dia ustadz B. Karena kita terbiasa mendengar dengan jelas, atau tanpa kata-kata yang berbau diksi maka kita sulit mencerna isi materi.  Ya tapi itu adalah seni atau gaya nya ustadz tersebut, maka tidak bisa kita katakan itu suatu hal yang salah. Sebelum begitu, lihat bagaimana jamaahnya. Jika banyak hidayah yang datang saat mengikuti kajian ustadz B pada banyak orang, berarti itu ada yang salah dengan penilaian kita saat mengatakan ustad itu salah. Padahal setiap ustadz juga memberi kelonggaran kepada jamaah agar bebas memilih guru agamanya. 
"Jika memang bagi antum ustad ini salah, tidak sepaham dengan saya, tidak sepemikiran maka silahkan tinggalkan. Ambil yang baiknya, yang buruknya tinggalkan." Ust. Adi Hidayat Lc. Ma
    Saya mendengar kalimat itu pada kajian ustadz Adi Hidayat Lc, Ma. Berarti ini mengungkapkan bahwa sebenarnya para ustadz saja memberi kelonggaran, kebebasan pada kita memilih pada siapa kita mau mencari ilmu. Lagi pula, ustadz yang di komentari pedas tersebut sudah mengakui telah salah memilih diksi dan sudah meminta maaf. Maka sebaik-baik manusia adalah bisa memaafkan kesalahan orang lain. Meskipun begitu, sudah banyak kok dampak posittif dari kajian yang dibawakan ustadz tersebut. Bagaimana tidak, bayangkan kehadirannya dapat mengubah Lapangan Gasibu menjadi tempat ratusan manusia berjamaah sujud kepada Allah swt. Itu indah sekali. Apa ada iman? ya, karena ikut kajian beliau bukan untuk gaya-gayaan, ya meski pasti ada juga beberapa. InsyaAllah karena ada tujuan, yaitu mengejar ilmu Akhirat. Belajar sedikit-sedikit bagamana menjadi hamba yang baik pada-Nya Allah swt.
      Mengomentari juga itu bebas mau seperti apa. Namun ada baiknya dengan adab. Jika disampaikan baik-baik InsyaAllah akan tersampaikan maksud dan tujuan. Jika tidak maka sebelah mata yang akan menilainya. Maka, diperlukan iman juga dalam hal ini. Bagaimana baiknya dalam mengomentari, dalam mengkritiik. Antara syubhat atau fanatik, baiknya kembali lagi ke tujuan semula. Jika kita benar mau mencari ilmu akhirat, carilah. Masih banyak ustadz dan ulama di Indonesia. Apalagi akan sangat sedih jika, sesama muslim beradu opini mengenai hal ini sehingga menimbulkan perpecahan. Naudzubillah. Dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati manusia. Tidak ada unsur kesengajaan, insyaAllah. Semua muslim bersaudara, saling maaf memaafkan terasa indah. Jika ini cinta pada Allah, maka bersatulah. 


Alhamdulillah. Mohon maaf apabila ada kesalahan. Disini dalam beropini kita musti bersikap netral terlebih dahulu. Jazakumullahu khairan katsiro. 
Yaa Muqollibal quluub tsabbitqalbi ala diinik.

---

KETIKA TERPAUT PADA SATU HATI; Diakah Jodohku?

Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarakatuh.



     Alhamdulillah sudah posting lagi setelah sudah hampir seminggu ini belum lagi Entri postingan baru. Dan sebagian orang mungkin akan berpikir dan mempertanyakan tentang integritas saya sebagai penulis di akun Blogger ini. Maaf maaf maaf. hhe Berikut karena beberapa hal yang nggak bisa di tinggalin, yang buat saya nggak bisa posting untuk beberapa hari terakhir ini.
    Baiklah. Apa kalian pernah merasakan Terpaut atau tertarik hatinya pada sesosok manusia. Halah lebay, okey pada seseorang (garis bawah) ? tentunya dengan lawan jenis ya. Pernahkah?
       Ketika penantian tak kunjung tiba. Ketika berulang kali dibodohi, hati semakin memasrahkan dan berserah kepada-Nya. Saat Pertemuan dan perpisahan sudah berulang kali terjadi tetapi belum juga didapat kemantapan hati, hanya tinggal berserah yakin akan indah pada waktunya. Mungkin Jodohku adalah dia yang sering dekat denganku, di lingkunganku, berjarak satu meter dariku. Ah bagaimana saja-lah pandai-pandainya kita menyemangati diri. Nah, Mungkin itu salah satu kalimat penguat bagi kita yang sedang dalam penantian. Eh, tapi bagaimana jika telah datang seseorang atau yang sudah sering kita jumpai, lalu hati kita timbul rasa suka padanya. Bagaimana ini?
       Beberapa Panca Indera kita langsung aktif menerima adanya dia, si Dia. Berawal dari mata (tatapan), lalu turun ke hati. Beberapa orang bahkan hampir setiap orang berhasil jatuh cinta lewat mata yang jatuh ke hati (ini), sekalipun lewat perjodohan juga tetap untuk menikah calon pasangan wajib melihat wajah asli calon pasangannya itu. Bagi yang ber-niqab juga begitu. Tapi dengan cara yang syar'i yah, alias sesuai dengan sunnah atau mengikuti beberapa ketentuan mengkhitbah sesuai dengan ajaran Rasulullah. 
        Yang berawal dari mata (tatapan) ini biasanya melihat dari faktor fisik. Bagaimana wajah dan gestur tubuh, lalu pakaian juga cara dia berbicara. Inilah yang kebanyakan orang benar-benar  mempertimbangkan apa yang terlihat dari calon pasangannya.
        Lalu, panca indera yang aktif lainnya mengenai jodoh itu juga Pendengaran (telinga). "Dik, calon isteri kamu ini Shaleha sekali. Mbak sudah ketemu sama dia tadi siang. Selain sopan dan ibadah wajibnya bagus, dia juga seorang yang dermawan loh. Dia donatur tetap masjid di daerah kita. Kamu ga bakalan nyesel nikah sama dia." Itu adalah salah satu contoh ketika menerima kedatangan si Dia di hati kita lewat pendengaran kita. Selain dari fisik kita pun juga harus tahu bagaimana pendapat orang, mendengar tentang si Dia dan lain-lain sebagai langkah ikhtiar kita. Apakah akan dilanjutkan atau tidak.
          Dua panca indera di atas merupakan langkah bagaimana rasa suka itu bisa hadir. Sehingga kita bisa menerima kehadiran dia. Entah hanya sebagai ta'arufan/hanya sebatas untuk saling mengenal, bersilaturahim memperbanyak persaudaraan sebagai sesama muslim ataukah benar-benar akan menjadi jodoh kita.
          Nah, tapi yang lebih penting itu adalah Hati. Bicara tentang rasa, akan kembali lagi pada Hati. Balik lagi karena dari suka, berawal dari mata turun ke hati. Dari mendengar, turun ke hati. Apakah mantap hati saya padanya ? apakah saya yakin padanya? apakah dia pas untuk saya? dan lain-lain. Yang jelas, hati yang mulai menilai, mempertimbangkan, dan pastinya merasakan akan bagaimana ini.
Ketika kamu terpaut pada satu hati, sudah mantapkah hatimu?
        Melihat dari sisi apakah kita dalam memilih pasangan. Jika dia sudah mapan, segala ada. Ya rumahnya sudah punya, mobilnya sudah punya, motornya sudah punya, tanggung jawabnya ada, mandirinya sudah bisa atau cantikya sudah punya, kayanya sudah punya, rajinnya sudah punya, titel sarjana nya juga bagus. Pokoknya segalanya yang bagus-bagus (yang nampak oleh mata dan terdengar di telinga) sehingga kita suka padanya. Apalagi melihat semua sudah ada -terpentingnya Agama/akhlaknya, maka bisa jadi dia adalah sosok yang kita sebut namanya dalam doa kita.
        Doa adalah pendekat yang jauh, kedengaran hingga ke langit. Syahdu. Suatu tanda jiwa yang penuh harap meminta kepada Sang Khaliq -Sang Pemilik dan Pemegang Hati manusia, Lillah. Melibatkan Allah terhadap segala hal, ciri seseorang ada iman di hatinya. Bertawakkal, memasrahkan segalanya pada Allah, termasuk perihal jodoh. Dengan doa maka tersampailah hingga ke langit. Sedang Allah Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan. Meminta padanya, berdoa padanya. Semoga Alah memberi rahmat pada setiap doa.
"Berdoalah kepada-ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu." QS. Ghafir 60.
 Ketika hati terpaut pada satu hati, apakah dia jodohku. 
"Jika kamu mau, tikung dia di sepertiga malam." Ust. Evie Effendi.
Doa pada Shalat Sepertiga malam, bagaikan busur yang tepat mengenai sasaran. 

"Dan pada sebagian malam shalat tahujdlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan, mudah-mudahan Tuhan mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji." QS. Al -Isra': 79
         Kepada siapa lagi kita meminta pertolongan. Menghamba cukup Hanya pada-Nya. Sekali pun engkau menjaga, jika dia bukan jodohmu maka akan terpisah juga. Beberapa orang mengatakan Jodoh itu memudahkan bukan menyulitkan. Apakah 'Dia' Jodoh kita atau bukan, tergantung pada Ikhtiar. Jika Allah Ridha maka akan dipersatukan. Menikah sekali, mencintai sepenuh hati jodoh Sehidup sesyurga. Amiin.


---

Friday, July 6, 2018

Mau Wisata Halal, Ya Cheria Holiday Pastinya!

Lelah kan terus berkutat dengan pekerjaan dan aktifitas sehari-hari, pastinya. Tapi, jangan sampai anda kurang piknik ya.
Yap, berwisata merupakan alternatif untuk melepaskan penat dan lelah dari setiap harinya kita bekerja. Berwisata dapat dipilih melalui beragam pilihan, misalnya hanya berwisata di dalam negeri dengan mengunjungi tempat-tempat Indah di Indonesia, atau memilih untuk berlibur dan berwisata ke luar negeri.
Nah Lho, Lebaran Idul Fitri sudah lewat, apakah anda sudah berlibur? Jika belum yuk berbagi sedikit waktunya untuk saya. Hmm, Siapa yang mau berlibur ke Eropa Barat? Ada apa saja ya di Eropa Barat. Pastinya penasaran kan?
Sekarang ini sedang trend-nya sebuah aplikasi Instagram. Anda akan sangat mudah terjaring dengan dunia secara lebih dekat dan cepat. Nah, Anda sudah punya kan? Jika sudah yuk cari dan follow satu Biro Perjalanan wisata di bawah ini.
Nahh Follow dulu Instagram Cheria Holiday nya ya.


Dan.. inilah dia informasi paling penting untuk anda yang akan berliburan. Yap betul, di atas adalah Biro Perjalanan Tour Cheria Holiday. Jika Anda memilih Tour bersama Cheria Holiday, pastinya anda tidak akan terkena tipu atau beragam kesulitan lainnya. Justru melalui Tour Cheria Holiday anda akan mendapatkan segala kemudahan berwisata. Apalagi sudah Halal pula. Penasaran bukan?
 
 Anda boleh googling di www.cheria-travel.com
 
Cheria Holiday merupakan pilahan biro perjalanan tour paling pas untuk anda. Apalagi jaman sekarang benar-benar kesulitan untuk mencari travel yang amanah dan terpercaya. Jangan sampai anda sudah berniat berangkat wisata, sudah bayar malah tidak berangkat-berangkat juga, banyak kan yang kasusnya seperti itu.
 
1. Cheria Holiday Sudah Diakui
Akan dapat terlihat perbedaan sebenarnya jika suatu perusahaan Biro Perjalanan tour dan Travel yang belum berpengalaman dengan yang sudah berpengalaman. Nah, untuk Cheria Holiday karena sudah sangat berpengalaman maka sensasi berwisata nya sudah pasti berbeda sekali. Wih.
Cheria Holiday yang didirikan Oleh Pak Cheriatna dan Istrinnya Ibu Farida ini sengaja hadir untuk memenuhi salah satu kebutuhan umat muslim dalam melakukan perjalanan, tentunya agar tetap konsisten dan mudah dalam menjalankan ibadahnya. Keduanya sudaha melanglangbuana dalam dunia travel. Selain itu, sejak awal mula didirikannya, yaitu pada tahun 2012, Cheria Halal Holiday juga sudah banyak  melayani ribuan wisatawan dan peziarah dengan komitmen pelayanan terbaik dengan harga bersaing dan garansi kepuasan bagi para tamunya. Nah, alhamdulillah sudah legal juga dengan Lisensi SK. Departemen Agama RI NO. D/355 Umrah, Depag RI D/816-2012 (BPW) SIUP : 2365/2012. Nah, jadi masih ragu nih? Baiklah saya akan ulas lebih dalam lagi ya.
 
2. Cheria Holiday Juga Punya Keunggulan
Ah soal keunggulan enggak perlu ditanya lagi yah. Pokoknya benar-benar terbaik untuk pilihan berwisata keluarga. Cheria Holiday ini sudah memiliki produk tour halal terlengkap baik domestik maupun internasional. Dan tentunya sudah menjadi yang pertama dan satu-satunya yang memiliki aplikasi tour halal berbasis web dan aplikasi mobile phone. Masih belum puas?
 
3. Sudah Banyak Sekali Penghargaan
Bagi anda yang masih ragu, berikut adalah penghargaan terbaik ntuk Cheria Holiday ini.

  • Biro perjalanan Wisata terbaik
  •  Website Travel Ramah Wisatawan Muslim terbaik dalam ajang kompetisi pariwisata halal nasioanal 2016 yang diselenggarakan oleh Kementrian Pariwisata

Masih ragu juga?
Lihat beberapa testimoni para tamu Cheria yuk!
 
 

Pevita Pearch menikmati salju di Turki Bersama Cheria Holiday

Ust. Abdullah Ggymnastiar (Aa Gym) juga menikmati Wisata Halal bersama Cheria Holiday di Beijing

 Anda bisa menelusuri Fanpage Facebook Testimoni Cheria Holiday di https://www.facebook.com/testimoni.cheria/

Eits, dan di bawah ini adalah salah satu pemenang Lomba Menulis Artikel Cheria Holiday liburan gratis ke Turki.
 
 
 Dia adalah Teh Tia Yusnita, kebetulan satu kampus dan satu komunitas pendaki bersama saya juga. Hehe..
 
 
Nah sudah yakin kan?
Okey, Nah bagi yang mau berlibur, kebetulan sedang ada paket khusus berlibur Tour ke Eropa Timur dan Eropa Barat. Untuk yang ingin tour ke Eropa Barat silahkan klik link ini ya,  berlibur anda. # Tour Halal Eropa Barat ( https://www.cheria-travel.com/201806/paket-tour-halal-eropa-barat.html). Sementara jika anda ingin berlibur ke Eropa Timur inilah link yang bisa anda telusuk infonya lebih dalam lagi, di # Tour Halal Eropa Ttimur (https://www.cheria-travel.com/2017/06/paket-tour-eropa-timur.html)
 
Bagi anda yang juga gemar menulis, Cheria Holiday selalu mengadakan lomba menulis juga loh. Yuk ikuti hadiah utama liburan ke Turki gratis terjamin oleh Cheria Holiday Travel juga.
 
 
Jadi jangan khawatir lagi karena sudah ada Cheria Holiday Travel, sahabat perjalanan kita semua. Dan jangan lupa share ke teman, saudara, ataupun sahabat-sahabat terdekat. Siapa tau kita bisa berlibur bersama. Ah, jodoh enggak akan kemana. 
Mau berlibur yang Halal, ya Cheria Holiday ya Pilihannya. Yuk Liburan!
 
 
 
 
Sumber :
http://www.cheria-travel.com

 


 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Wednesday, July 4, 2018

Bersedia Menunggumu Hingga Batas Waktu

Bersedia Menunggumu Hingga Batas Waktu !
Oleh. Nia Kurniati
 
     Ini adalah kenyataan perasaan seseorang yang sedang mengalami masa penantian. Menanti untuk menggenapkan Setengah Din-nya. Pada masa ini, kita akan benar-benar mengalami pergulatan batin yang sebenarnya. Jangan heran, ini tentang menentukan pilihan. "Jangan sampe salah pilih!" begitu mamah selalu mengingatkan. Ini tentang memantapkan hati jangan sampai ada keraguan.
     Menikah bukan persoalan main-main. Menikah diperlukan keseriusan yang benar-benar matang, sehingga tidak ada lagi ungkapan "Habis Manis Sepah Dibuang". Menikah juga adalah untuk saling menyatukan dua perbedaan, mencoba untuk siap menerima segala keadaan, untuk bisa saling terbuka dan memberi perasaan. Itulah kebanyakan orang yang kesulitan menjalankan hal bermacam-macam itu.
     Perasaan saat benar-benar merasa rindu. Apalagi saat lingkungan benar-benar mendukung untuk kamu segera menikah. Kita bisa apa selain baper yang selalu tiba-tiba hadir. Hmm. Pelan tapi pasti kemunculan akun-akun bertemakan menikah terus bertebaran, lebih cepatnya lagi di Instagram. Instagram dengan cepat mengubah hidup yang tadinya standar-standar aja jadi so bergaya. Dan pastinya termasuk tulisan-tulisan dari tangan para kreatif yang dibuat menjadi sebuah gambar motivasi, serta imbuhan si Caption yang bikin menyentuh hati, bikin baper sejadi-jadinya. Kayak gini nih!.
     Setiap orang yang baper pada hal semacam ini ya... katakanlah itu wajar. Dengan seiring berjalannya waktu, kita pun harus bisa untuk memaksimalkan sabar. Apalagi Kita juga musti sadar, bahwa ini adalah proses yang Allah Ridhai ketimbang dengan menunggu dengan berpacaran. Pacaran sedari jaman dulu kata mamah nggak ada. Dulu kebanyakan orang di jodohkan dan tidak memprioritaskan saling suka. Asal nikah, tapi benar-benar harus dengan yang bisa bertanggung jawab. Karena setelah menikah bukan cinta lagi katanya, melainkan tentang berjuang berdua. Hadehhh...
     Hari demi hari berhasil dilewati dengan terus memanjatkan doa pada Allah. Dengan penuh kesabaran dan kekuatan mengahadapi segala godaan. Godaan pacaran! hhe. Ah tidak semoga terus istiqomah di jalan Allah. Karena mati itu lebih pasti, gimana kalau malah kita belum sempat untuk bertaubat, masih pacaran dan mati-meninggal. Innalillahi wa innailaihi rojiuun. Eh.
"Nia,, kenapa kamu belum nikah? jangan kebanyakan pilih deh, yang penting sholeh. Ingat itu nia. Sholeh!" tutur teman yang sudah lama tidak bertemu dan kemudian bertemu. Hmm, sabar nia...
"Nia.. ini nih ada undangan dari si.... (tiiiiitttttt)!" Lembaga Sensor Indonesia. Nggak denggg... Pokoknya Patah hati. Gagal (titik)
"Nia.. ini nih dia kakak sepupu aku. Ganteng udah mapan lah. Udah punya usaha sendiri. sok ini no Wa nya. !" berikut rujukan teman lama. Ekhm gagal.
"Nia aku jodohin sama si dia yah.. dia katanya mau kenalan!" juga teman lainnya ada yang menawarkan. Gagal (titik)
"Hahh! apah!! dia udah nikah?, padahal dia baru ngajakin ta'aruf sebulan yang lalu eh sekarang dia udah nikah? Ampun deh ini laki-laki ada yah yang begini. Alhamdulillah selamat ya Allah!" padahal patah hati, sakit hati sampe nangis terus 4 hari 4 malam.
"Aku bakal terus merjuangin kamu sampe orang tua kamu nyetujuin kita!" satu ini beda. Gagal
"Tenang aku udah persiapkan yang terbaik buat kita." Jangan tanya. Gagal (titik) 
     Ahhh... begitulah kalau disebutkan setiap dialog perjodohan yang sudah pernah di alami, dan masih ada beberapa kisah lainnya. Pada akhirnya berujung pada Penantian ini. Sungguh Allah Maha mengetahui yang terbaik untuk kita.  
"Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula). Mereka itu bersih dari apa dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (surga)" QS. An- Nur:26
     Iya, di atas adalah perjanjian Allah pada hambanya berupa jodoh. Semakin hari terus diyakini. Terus berusaha memperbaiki diri. Terus melakukan apa yang baiknya dilakukan seorang manusia yaitu untuk menghamba kepada Allah. Berganti segalal kekosongan dengan kembali mengingat-Nya. Ah, pokoknya berusa terus menjadi lebih baik untuk Allah swt, dan juga mengharapkan agar Allah memberi kebaikan dari semua ini. Kalau kita baik maka kita akan mendapatkan yang baik, kata Allah kan! Dan kalau kitanya keji, maka tidak akan jauh, kita pun akan mendapatkan lelaki yang keji pula.  
     "Hmm.. iya! menikah itu adalah ibadah paling lama ni.. harus sungguh-sungguh!" Ruh yang lain selalu berkata begitu.
     Ini adalah tentang menjalankan ibadah yang paling lama -menikah. Kamu akan merasakan syahdu saat kamu meminta dalam doa mengharapkan kedatangannya. Pun kamu akan menangis di saat sujud, lagi-lagi karena do'a mengharapkan kedatangannya. Juga kamu akan tiba-tiba puitis jika kamu menuliskan kata yang lagi-lagi mengharapkan kedatangannya. Do'a, do'a dan do'a. Seperti tidak ada lagi percakapan paling utama, pentik atau pokok selain hanya do'a meminta kehadirannya. (si jodoh).
  
 
Menunggumu, hingga batas waktu
Jika memang masih lama waktu kita akan bersua
Saling bertatap mata
Izinkan aku untuk taat dulu pada-Nya
karena aku tidak ingin sia-sia
ingin membersamaimu hingga ke jannah-Nya
Kita buat rumah disana
Kita makan bersama
Berebut air secangkir berdua
Ah mesra..
Aku mau engkau juga begitu
Siapkanlah yang terbaik untukku
Kadomu unntukku
Mahar yang begitu berharga bukan karena mahal
Tapi atas dasar Kecintaanmu pada-Nya
Ketaatanmu
Karena engkau akan jadi imamku
Juga imam shalatku
Imam keluarga kita
Ah rindu..
Duhai engkau separuhku
Genapkanlah setengah Din kita karena-Ny
Niat yang tulus mengharap ridha-Nya
Menikah untuk ibadah
Bersua, berjuang bersama
Saling memiliki
Saling memberi pelukan yang Allah pun juga akan sangat bahagia melihat kita
Siapkanlah
Aku rela menunggumu lama
Asal tidak terlalu lama
Asal engkau taat
Asal engkau akan setia
Ayolah pasangkan cincin tanda halal kita, di jari kita
Kau ikrarkan janji, dimana langit dan bumi menjadi saksinya
Dimana Malaikat akan bergetar, gemetaran mendengar kamu ber-ijab
Ayolah kita lari sama-sama
Kita tinggal sama-sama
Kita pelajari cinta pada-Nya hingga ajal datang tiba-tiba
Aku akan memanggilmu kekasih
Karena kau akan benar-benar menjadi kekasihku
Aku akan memanggilmu dengan penuh cinta, karena aku ingin mencintaimu dengan caraku
Aku... bersedia menunggumu hingga batas waktu
 
 
 
 


Kalimat Sejuk Oleh Nia Kurniati

Kalimat Sejuk Selamat datang wahai hati yang sudah lama tak bertemu Apa kabarmu? Engkau terlihat baik-baik saja Aku baru tahu ...